DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Menulis Resensi Cerpen Berbasis Literasi Kritis bagi Siswa SMA Kelas XI

siti latifah mubasiroh

Abstrak


ABSTRAK

 

Mubasiroh, Siti Latifah. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Resensi Cerpen Berbasis Literasi Kritis bagi Siswa SMA Kelas XI. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd., (II) Dr. Gatut Susanto, M.Pd.

 

Kata kunci: bahan ajar, menulis resensi, literasi kritis

Menulis resensi merupakan keterampilan yang kompleks karena melibatkan keterampilan berpikir kritis untuk mengevaluasi teks. Aspek esensial dalam menulis resensi adalah keterampilan evaluatif. Mengkaji karya sastra sebagai bahan menulis resensi dapat dilakukan dengan teori kritik sastra. Untuk mendukung keberfungsian kritik sastra tersebut penting diimplementasikan konsep literasi kritis dalam menulis resensi. Fungsi literasi kritis dalam pembelajaran menulis resensi ialah menumbuhkan kesadaran kritis bagi siswa untuk menemukan praktik sosial yang termuat dalam cerpen. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran menulis resensi belum mencapai level kritis. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan bahan ajar yang dapat membantu siswa untuk menghasilkan resensi kritis dengan panduan yang jelas dan sesuai dengan level berpikir siswa. Konsepliterasi kritis digunakan sebagai pijakan dalam menyusun langkah-langkah menulis resensi kritis sebagai bentuk inovasi baru dalam pembelajaran menulis resensi. Kebaruan bahan ajar ini tercermin pada resensi yang dihasilkan, mulai dari judul, sinopsis, evaluasi, hingga simpulan. Dengan bahan ajar ini, unsur-unsur tersebut disusun berdasarkan temuan praktik sosial dalam cerpen yang dibaca.

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar menulis resensi cerpen berbasis literasi kritis bagi siswa SMA kelas XI yang memenuhi kelayakan isi, penyajian materi, bahasa dan keterbacaan, kegrafikaan, daya terap materi, daya serap materi, kebermanfaatan dan kemenarikan, serta untuk mengetahui tingkat keefektifan bahan ajar dalam pembelajaran menulis resensi kritis cerpen.

Prosedur penelitian pengembangan ini terdiri atas tujuh tahap yang merupakan adaptasi dari model penelitian dan pengembangan Borg &Gall. Ketujuh tahap tersebut, meliputi (1) observasi dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji kelayakan, (5) revisi, (6) uji lapangan, dan penyempurnaan produk akhir. Setelah produk dinyatakan layak diimplementasikan, dilakukan uji keefektifan produk untuk mengetahui keefektifan produk dalam pembelajaran menulis resensi kritis cerpen. Uji keefektifan produk dilakukan dengan desain praeksperimen, yaitu pretes-postes kelompok tunggal.

Produk yang dihasilkan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa buku pengayaan bagi siswa untuk menulis resensi cerpen secara kritis yang berjudul Terampil Menulis Resensi Cerpen berbasis Literasi Kritis bagi Siswa SMA Kelas XI. Pemanfaatan pendekatan literasi kritis dalam bahan ajar menulis resensi kritis ini digunakan sebagai alat untuk mengupas muatan praktik sosial yang terdapat dalam cerpen. Dalam bahan ajar ini, pendekatan literasi kritis diterapkan mulai dari siswa membaca cerpen sampai proses menghasilkan tulisan yang berupa resensi kritis cerpen. Dengan pendekatan literasi kritis, siswa dibimbing untuk mempertanyakan muatan praktik sosial yang terkandung dalam cerpen tersebut sehingga memengaruhi hasil penyusunan judul, sinopsis, interpretasi, evaluasi, dan simpulan pada resensi yang ditulis.Bahan ajar menulis resensi cerpen berbasis literasi kritis ini terdiri atas lima bab, yaitu “Bab 1 Konsep Menulis Resensi Kritis”, “Bab 2 Menulis Pendahuluan Resensi Kritis”, “Bab 3 Menulis Isi Resensi Kritis”, “Bab 4 Menulis Penutup Resensi Kritis”, dan “Bab 5 Praktik Menulis Resensi Kritis”. Pembagian bab tersebut didasarkan pada unsur-unsur pembentuk resensi kritis dan kesinambungan materi.

Hasil validasi produk menunjukkan bahwa bahan ajar menulis resensi cerpen berbasis literasi kritis layak diimplementasikan bagi siswa SMA kelas XI. Validasi produk mengacu pada tujuh aspek kelayakan. Pertama, aspek kelayakan isi bahan ajar mendapatkan persentase sebesar 75,56% sehingga layak diimplementasikan. Kedua, aspek penyajian materi bahan ajar memperoleh persentase 84,63% sehingga sangat layak diimplementasikan. Ketiga, aspek bahasa dan keterbacaan bahan ajar mencapai persentase 84,14% sehingga sangat layak diimplementasikan. Keempat, aspek kegrafikaan bahan ajar memperoleh persentase 94,20% sehingga sangat layak diimplementasikan. Kelima, aspek daya terap materi literasi kritis memperoleh persentase 81,36% dan termasuk dalam kualifikasi sangat layak diimplementasikan. Keenam, aspek daya serap materi literasi kritis memperoleh persentase sebesar 77,40% sehingga layak diimplementasikan.Ketujuh, aspek kebermanfaatan dan kemenarikan bahan ajar memperoleh persentase sebesar 79,96% yang masuk pada kategori layak. Persentase rata-rata yang diperoleh berdasarkan ketujuh aspek tersebut ialah 82,46%. Dengan demikian, berdasarkan hasil perolehan skor penilaian dan telah dilakukan revisi sesuai komentar ahli, praktisi, serta respon siswa, bahan ajar yang dikembangkan ini sangat sangat layak diimplementasikan dalam pembelajaran menulis resensi kritis cerpen.

Uji lapangan dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan serta respon siswa terhadap penerapan bahan ajar menulis resensi cerpen berbasis literasi kritis dalam pembelajaran menulis resensi kritis cerpen. Data mengenai keefektifan produk dapat diketahui melalui uji statistik dengan menggunakan uji beda PairedSampleT-test. Hasil uji beda kemampuan menulis resensi cerpen menginformasikan bahwa nilai t=-41,961 dengan taraf signifikansi p=0,000 (p