DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran Inquiry dengan Setting Model Kooperatif Tipe Group Investigation Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Sumbersari 1 Malang

Nindya Adiasti

Abstrak


ABSTRAK

 

Adiasti, Nindya. 2016. Penerapan Pembelajaran Inquiry dengan Setting Model Kooperatif Tipe Group Investigation Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Sumbersari 1 Malang. Jurusan Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H.  Budi Eko Soetjipto, M.Ed, M.Si., (II) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd.

 

Kata Kunci: Inkuiri, model kooperatif,group investigation, aktivitas belajar, hasil belajar

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yaitu rendahnya hasil belajar siswa kelas V SDN Sumbersari 1 Malang. Rendahnya hasil belajar siswa tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antar lain yaitu siswa kurang aktif pada saat pembelajaran, pembelajaran masih berpusat pada guru, dan tidak terjalinnya interaksi yang baik antar siswa pada saat pembelajaran. Sehubungan dengan permasalahan tersebut penerapan pembelajaran inquiry dengan setting model kooperatif tipe group investigation diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Sumbesari 1 Malang tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 20 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik dengan menerapkan pembelajaran inkuiri setting kooperatif tpe group investigation. Pada siklus I, rata-rata 85% siswa berada pada kritria kurang aktif, dan 15% siswa berada pada kriteria sangat kurang aktif. Aktivitas siswa kemudian meningkat pada siklus II yaitu rata-rata 75% siswa berada pada kriteria aktif, dan 25% siswa berada pada kriteria kurang aktif.  Hasil belajar siswa ranah sikap siswa pada siklus I adalah 65% siswa berada pada kriteria baik, kemudian meningkat pada siklus II yaitu menjadi 90% siswa berada pada kriteria baik. Pada ranah pengetahuan, sebanyak 65% dinyatakan tuntas belajar kemudian meningkat pada siklus II yaitu menjadi 80% siswa dinyatakan tuntas belajar. Pada ranah keterampilan sebanyak 45% siswa dinyakatan tuntas pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 80% siswa dinyatakan tuntas pada siklus II.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri dengan setting kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas 5 SDN Sumbesari 1 Malang. Aktivitas dan hasil belajar siswa akan dapat meningkat apabila guru merencanakan dengan matang rancana pelaksanaan pembelajaran dan menyediakan lember kegiatan siswa yang menarik.