DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Tulisan Arab-Melayu untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia

dian risdiawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Risdiawati, Dian. Pengembangan Bahan Ajar Tulisan Arab-Melayu untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswato, M.Pd. dan (II) Dr. Nurhadi, M.Pd.

 

Kata Kunci: bahan ajar, tulisan Arab-Melayu

Tulisan Arab-Melayu merupakan campuran huruf-huruf Hijaiah dengan enam huruf bukan huruf Hijaiah melainkan modifikasi masyarakat Melayu. Karya sastra Melayu klasik seperti hikayat, banyak ditulis dengan menggunakan huruf Arab-Melayu. Oleh karena itu, pembelajaran Arab-Melayu perlu dilakukan untuk memahami teks-teks lama yang merupakan khazanah Nusantara. Dalam pembelajaran Arab-Melayu tentu terdapat kendala, diantaranya adalah minimnya ketersediaan sumber belajar Arab-Melayu, keterbiasaan menggunakan huruf Latin, tidak adanya kaidah baku Arab-Melayu, faktor agama, dan tidak adanya skemata historis terhadap Arab-Melayu. Adanya bahan ajar tulisan Arab-Melayu merupakan salah satu solusi dari kendala-kendala tersebut. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar tulisan Arab-Melayu untuk mahasiswa jurusan Sastra Indonesiadengan isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan yang layak serta efektif untuk pembelajaran.

Metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan dari Tim Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan. Penelitian pengembangan ini menggunakan empat tahap prosedur, yaitu (1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan, (2) mengembangkan produk awal, (3) validasi ahli dan revisi, dan (4) uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk. Uji produk dilakukan dengan uji ahli dan uji lapangan. Subjek uji produk adalah ahli materi Arab-Melayu, ahli desain pembelajaran, dosen pengampu matakuliah Bahasa Arab-Melayu, dan mahasiswa jurusan Sastra Indonesia. Data penelitian berupa data verbal dan data numerik. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara, format studi dokumen, angket, dan pedoman penilaian.

Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk berupa bahan ajar yang berjudul Membuka Jendela Ilmu Pengetahuan Bahasa Arab-Melayu. Bahan ajar berupa buku cetak berukuran A4 (210 x 297 mm). Bahan ajar tersebut disusun berdasarkan kaidah Zaba atau kaidah sekolah. Di dalam bahan ajar terdapat tiga bab utama, yaitu (1) Transliterasi Kritik Kosakata Arab-Melayu, (2) Transliterasi Kosakata Serapan, dan (3) Transliterasi Wacana Arab-Melayu. Bahan ajar dilengkapi dengan Info untuk menambah pengetahuan peserta didik mengenai dunia Arab-Melayu. Kemudian, setiap akhir bab dalam bahan ajar juga dilengkapi dengan bagian permainan Main Sebentar. Hal tersebut dimaksudkan untuk membuat bahan ajar lebih menarik dan menyenangkan. Selain itu, disajikan pula Uji Kompetensi berupa soal latihan yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Dengan demikian, pendidik dapat mengetahui tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah dipelajari.

Hasil uji produk bahan ajar terhadap ahli materi Arab-Melayu mendapatkan rata-rata 90,7% dengan tindak lanjut implemetasi. Hasil uji ahli desain pembelajaran mendapatkan rata-rata 89,6% dengan tindak lanjut implementasi dengan sedikit revisi. Hasil uji praktisi dosen mendapatkan rata-rata 80,6% dengan tindak lanjut implementasi dengan sedikit revisi. Sedangkan hasil uji praktisi mahasiswa mendapatkan rata-rata 92,8% dengan tindak lanjut implementasi. Hasil uji tersebut didasarkan pada (1) kelayakan isi bahan ajar, (2) kelayakan penyajian bahan ajar, (3) kelayakan bahasa bahan ajar, dan (4) kelayakan kegrafikaan bahan ajar. Dengan rata-rata penilaian yang telah dipaparkan, dapat dikatakan bahwa bahwa bahan ajar dapat diimplementasikan.

Untuk mengetahui keefektifan bahan ajar, maka dilakukan tes uji kompetensi akhir kepada mahasiswa setelah belajar Arab-Melayu menggunakan produk. Dari uji kompetensi akhir, diperoleh data berupa skor mahasiswa rata-rata sebesar 84,6. Berdasarkan data distribusi frekuensi hasil uji kompetensi akhir diketahui bahwa sebanyak enam mahasiswa atau 30% yang berkemampuan tinggi dan sebanyak  14 mahasiswa atau 70% yang berkemampuan sangat tinggi. Selanjutnya, skor perolehan mahasiswa dikonversi berdasarkan standar penilaian Universitas Negeri Malang yang mengacu pada Penilaian Acuan Patokan (PAP). Hasil konversi menunjukkan bahwa sebanyak empat mahasiswa mendapatkan nilai B-, sebanyak satu mahasiswa mendapat nilai B, sebanyak satu mahasiswa mendapat nilai B+, sebanyak tiga mahasiswa mendapat nilai A-, dan sebanyak 11 mahasiswa mendapat nilai A. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa seluruh mahasiswa memenuhi standar kelulusan dan kreditnya diakui. Melihat hasil skor perolehan mahasiswa yang telah dipaparkan, dapat dikatakan bahwa bahan ajar tulisan Arab-Melayu ini efektif digunakan untuk pembelajaran Arab-Melayu.

Dari kajian produk yang telah direvisi, dapat diketahui keunggulan dan kekurangan produk. Keunggulan produk adalah kaya akan latihan, dapat digunakan oleh pebelajar pemula atau mahir, menarik karena disertai permainan, memuat karya sastra klasik yang jarang ditemui di toko buku, ringkas, dan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme. Kekurangan produk adalah wacana-wacana yang ada dalam bahan ajar hanya merujuk pada satu hikayat saja. Selain itu, bahan ajar menggunakan beberapa istilah-istilah teknis yang untuk mengartikannya, pengguna perlu membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kekurangan selanjutnya adalah bahan ajar berbentuk buku berukuran besar, sehingga untuk membawanya perlu tempat yang sesuai.

Penyebarluasan bahan ajar atau deseminasi produk dapat dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa. Penyebaran dapat dilakukan dengan cara meminjamkan bahan ajar dari mahasiswa ke mahasiswa ataupun dari dosen ke dosen. Forum akademik seperti seminar dan workshop bahasa atau sastra juga dapat digunakan untuk menyebarluaskan bahan ajar. Perkembangan teknologi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana diseminasi produk, yaitu melalui jurnal pengembangan. Penyebaran melalui jurnal pengembangan tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada akademisi-akademisi dan instansi pendidikan lainnya tentang produk.