DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER) dan Working Capital Turnover (WCT) terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang Terdaftar di BEI Tahun 2010-2014

Retno Nur Iftita

Abstrak


ABSTRAK

 

Iftita, Nur Retno. 2016. Pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER) dan Working Capital Turnover (WCT) Terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang Terdaftar di BEI Tahun 2010-2014. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Hj. Fadia Zen, S.E., M.M, (II) Ruly Wiliandri, S.E., M.M.

 

Kata Kunci: Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Working Capital Turnover, Profitabilitas, Perusahaan Perkebunan

Kinerja dari suatu perusahaan dapat diketahui dengan mengukur tingkat profitabilitas perusahaan tersebut. Beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan perkebunan adalah current ratio (X1), debt to equity ratio (X2) dan working capital turnover (X3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dari profitabilitas, current ratio, debt to equity ratio dan working capital turnover perusahaan perkebunan selama tahun 2010-2014 serta mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel tersebut secara parsial terhadap profitabilitas perusahaan perkebunan pada tahun 2010-2014.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif yang bersifat asosiatif kausalitas. Jenis data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan perkebunan periode 2010 hingga 2014. Populasi penelitian ini berjumlah 16 perusahaan, sedangkan sampel berjumlah 6 perusahaan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regesi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) selama tahun penelitian kondisi profitabilitas perusahaan perkebunan menurun dengan sebagian besar ROA berklasifikasi rendah dan ROE berklasifikasi tinggi, kondisi CR perusahaan perkebunan menurun dengan sebagian besar berklasifikasi rendah, kondisi DER perusahaan perkebunan meningkat dengan sebagian berklasifikasi rendah, kondisi WCT perusahaan perkebunan meningkat dengan sebagian besar beklasifikasi rendah; 2) CR tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas; 3) DER tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas; 4) WCT tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.

Berdasarkan hasil tersebut, saran yang dapat diberikan adalah 1) diharapkan agar perusahaan lebih efisien dan efektif dalam kegiatan operasinya serta dapat meminimalisir dampak negatif dari faktor lain yang bisa merugikan perusahaan sehingga dapat menghasilkan laba yang optimal bagi perusahaan; 2) diharapkan agar investor bisa lebih teliti dalam menanamkan modalnya dengan mempertimbangkan faktor-faktor lainnya; 3) diharapkan agar peneliti selanjutnya dapat melakukan analisis yang lebih luas mengenai profitabilitas perkebunan dengan mengembangkan variabel lain yang dapat mempengaruhi profitabilitas.