DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Rekayasa Kreatif Cerita Anak Bermuatan Pendidikan Karakter Berdasarkan Folklor Lisan di Jombang

Ranggi Ramadhani Ilminisa

Abstrak


ABSTRAK

 

Ilminisa, Ranggi Ramadhani. 2016. Rekayasa Kreatif Cerita Anak  Bermuatan Pendidikan Karakter Berdasarkan Folklor Lisan di Jombang. Tesis. Jurusan Keguruan Bahasa, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd., (II) Prof. Dr. Yazid Basthomi, M.A.

 

Kata Kunci: rekayasa kreatif, cerita anak, pendidikan karakter, folklor lisan.

Rekayasa kreatif penulisan sebuah karya sastra tidak lepas dari imajinsi seorang pengarang untuk menciptanya. Sebuah karya sastra akan lebih memberikan banyak manfaat ketika terdapat hal-hal yang dapat dijadikan pelajaran di dalamnya. Seperti pada produk dalam penelitian ini berupaya untuk memberikan pendidikan karakter pada anak usia 9—12 tahun. Pendidikan karakter penting ditanamkan pada seorang anak sejak dini, sebab menjadi cikal bakal perilakunya ketika dewasa nanti. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendokumentasikan mite, legenda, dan dongeng yang terdapat di Jombang; (2) merekayasa mite, legenda, dan dongeng menjadi cerita anak berbasis pendidikan karakter.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan dengan model penelitian yang diadaptasi dari prosedur penelitian Research and Development (R&D) oleh Borg dan Gall. Lokasi pengambilan data dalam penelitian ini adalah wilayah utara, barat, selatan, dan timur wilayah kabupaten Jombang. Narasumber dalam penelitian adalah sesepuh atau pamong desa yang berusia 60-70 tahun. Subjek uji ahli dan uji coba produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah ahli penulisan cerita, ahli pembelajaran sastra, guru sekolah dasar, dan sejumlah siswa sekolah dasar. Data dalam penelitian ini dikembangkan dan dideskripsikan secara kualitatif. Pertama data berupa foklor lisan yang dituturkan secara langsung oleh narasumber dikembangkan menjadi cerita anak bermuatan pendidikan karakter. Selanjutnya dari pengembangan cerita tersebut dideskripsikan proses kreatif penciptaan karya dimulai dari penggalian/penemuan ide, pengembangan alur, memulai cerita, pengembangan watak dan tokoh, pengembangan dialog, pengembangan latar, pengembangan sudut pandang, pengembangan gaya bahasa, pengembangan gaya penceritaan, dan mengakhiri cerita.

Berdasarkan pengembangan buku yang sesuai untuk anak, maka beberapa hal harus diperhatikan. Hal tersebut meliputi muatan nilai moral/pendidikan karakter yang akan disampaikan, tingkat keterbacaan untuk anak usia 9—12 tahun, dan pengemasan bahasa yang harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan bahasa anak. Struktur isi dalam buku kumpulan cerita anak ini meliputi judul dan sampul luar, judul dan sampul dalam, identitas buku, identitas kepemilikan, kata pengantar, daftar isi, persembahan dan motto, judul cerita, ilustrasi, isi, penanaman pendidikan karakter, penyajian pertanyaan, catatan kaki, dan biografi penulis. Selanjutnya jika dilihat dari spesifikasi layout isi buku meliputi jenis dan ukuran huruf menggunakan jenis huruf Comic Sans ukuran 12 point. Spasi antarbaris dalam penulisan cerita ini 1,15 point. Ukuran kertas yang digunakan adalah ukuran B5 18,2 cm x 25,7 cm. Panjang pendeknya cerita berkisar antara 7—10 halaman kertas ukuran B5.

Saran pemanfaatan hasil penelitian dapat digunakan oleh berbagai kalangan, meliputi guru dan orang tua yang ingin mendidik anak melalui pendidikan karakter yang dapat membentuk perilaku anak saat dewasa nanti. Buku kumpulan cerita anak berbasis pendidikan karakter ini dapat digunakan sebagai buku tambahan bagi anak agar dapat mengaplikasikan pendidikan karakter untuk mewujudkan pendidikan moral yang lebih baik. Bagi pengembang lain, rekayasa kreatif cerita anak ini dapat dijadikan pedoman untuk melakukan penelitian serupa dengan latar belakang lokasi penelitian yang berbeda. Dengan demikian, folklor lisan yang mulai menghilang jejaknya dapat dituliskan dan tetap dapat dilestarikan.