DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Dengan Gaya Belajar Introvert-Ekstrovert Dalam Memecahkan Masalah Matematika

Marni Zulyanty

Abstrak


ABSTRAK

 

Zulyanty, Marni. 2016. Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa dengan Gaya Belajar Introvert-Ekstrovert dalam Memecahkan Masalah Matematika. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ipung Yuwono, M.S, M.Sc., (II) Dr. Makbul Muksar, S.Pd, M.Si

 

Kata kunci : kemampuan pemecahan masalah, gaya belajar introvert, gaya belajar ekstrovert

Pemecahan masalah merupakan aspek pembelajaran yang penting di Indonesia. Hal ini terlihat pada Permendikbud No. 64 tahun 2013 dimana pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa kelas X SMA/MA/SMALB dan sederajat di Indonesia. Kemampuan dalam memecahkan masalah atau problem solving merupakan salah satu tujuan yang paling penting dalam pembelajaran matematika yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan matematika. Kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru. Salah satu aspek kompetensi pedagogik yang harus dimiliki guru adalah mengenal karakteristik siswa. Adapun salah satu cara mengenal dan memahami karakteristik siswa adalah dengan mengetahui gaya belajar siswa. Pada penelitian ini peneliti memfokuskan pada gaya belajar introvert-ekstrovert.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan gaya belajar introvert dalam memecahkan masalah matematika dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan gaya belajar ekstrovert dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini dipilih berdasarkan hasil tes gaya belajar. Banyaknya subjek dalam penelitian ini adalah empat siswa yang terdiri dari dua siswa untuk masing-masing gaya belajar. Instrumen utama dalam penelitian adalah peneliti. Sedangkan instrumen pendukung adalah tes gaya belajar, lembar soal pemecahan masalah matematika, dan pedoman wawancara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar introvert telah memenuhi semua indikator pemecahan masalah dalam memecahkan kedua masalah matematika yang diberikan. Siswa dengan gaya belajar introvert memiliki kemampuan pemecahan masalah yang tinggi dalam memecahkan masalah matematika. Siswa yang memiliki gaya belajar ekstrovert telah memenuhi semua indikator pemecahan masalah dalam memecahkan masalah matematika. Namun, siswa ini mengalami kesalahan saat proses evaluasi dalam memecahkan masalah sehingga siswa dengan gaya belajar ekstrovert memiliki kemampuan pemecahan masalah yang rendah dalam memecahkan masalah matematika.