DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Communicative Language Teaching Method dan the Audio-Lingual Method Terhadap Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Siswa yang Memiliki Gaya Belajar Berbeda

Abd. Ghofur

Abstrak


ABSTRAK

 

Ghofur, A. 2016. Pengaruh Communicative Language Teaching Method dan the Audio-Lingual Method Terhadap Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Siswa yang Memiliki Gaya Belajar Berbeda. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I Nyoman S. Degeng, M.Pd., (II) Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D., (III) Prof. Dr. Punaji Setyosari., M.Ed., M.Pd.

 

Kata Kunci: Communicative Language Teaching Method, the Audio-Lingual Method, Gaya Belajar, Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) perbedaan kemampuan berbicara bahasa Inggris antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Communicative Language Teaching Method dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan The Audio-Lingual Method. (2) perbedaan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik. (3) menjelaskan interaksi antara metode pembelajaran (Communicative Language Teaching Method dan the Audio-Lingual Method), gaya belajar terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan rancangan faktorial 2x3. Subyek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Lamongan dengan populasi 383 siswa dan diambil sampel sebanyak 70 siswa dengan teknik cluster random sampling. Data penelitian dianalisis dengan ANOVA dua jalur yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas dengan Levene’s Test.

Hasil analisis data menyimpulkan 1) ada perbedaan signifikan kemampuan berbicara Bahasa Inggris siswa antara yang dibelajarkan dengan Communicative Language Teaching Method dan yang dibelajarkan dengan the Audio-Lingual Method. (2) Tidak ada perbedaan kemampuan berbicara Bahasa Inggris antara siswa yang memiliki gaya belajar Visual, Auditorial dan Kinestetik. (3) Tidak ada pengaruh interaksi antara metode pembelajaran (Communicative Language Teaching Method dan the Audio-Lingual Method) dan gaya belajar terhadap kemampuan berbicara Bahasa Inggris. Bedasarkan hasil penelitian ini, penulis memberikan saran 1) bagi para pemelajar pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris disarankan agar menggunakan the Audio-Lingual Method untuk efektifitas dalam mengembangkan keterampilan berbicara. Namun juga bisa dikembangkan dengan mengkolaborasikan dua metode pembelajaran dalam tahapan aktivitas pembelajaran berbicara Bahasa Inggris, pada tahap awal dengan menerapkan the Audio-Lingual Method untuk melatih kemampuan dasar pebelajar, kemudian pada tahap selanjutnya menerapkan Communicative Language Teaching Method untuk mengembangkan variasi berbicara dan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris,  (b) klasifikasi gaya belajar siswa hanya digunakan sebagai bahan merumuskan teknik, pemilihan media dan sarana penunjang metode pembelajaran agar siswa mudah menyerap informasi yang diajarkan, (c)  desain sistem pembelajaran pada penelitian ini bisa dijadikan bahan informasi dan referensi bagi pemerintah dalam membuat kebijakan berkaitan dengan pembelajaran Bahasa Inggris pada jenjang SLTA, khususnya pada keterampilan berbicara Bahasa Inggris.