DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Pembelajaran Menulis Cerpen Berbasis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter untuk Siswa Kelas IX SMP

firmansyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Firmansyah. 2016. Pengembangan Modul Pembelajaran Menulis Cerpen Berbasis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter untuk Siswa Kelas IX SMP. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali, M. Pd dan (II) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M. Pd.

 

Kata Kunci:pengembangan, modul pembelajaran, menulis cerpen, nilai-nilai pendidikan karakter

Pembelajaran sastra sangat penting untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusian dan karakter positif siswa. Menurut Rahmanto (1989:16), pembelajaran sastra  mempunyai manfaat antara lain, membantu keterampilan berbahasa, meningkatkan pengetahuan budaya, mengembangkan cipta dan rasa, serta menunjang pembentukan watak atau karakter. Salah satu bentuk pembelajaran sastra di SMP adalah pembelajaran menulis kreatif cerpen. Dalam KTSP, salah satu kompetensi dasar yang diharapkan dapat dicapai siswa kelas IX adalah siswa mampu menyusun teks cerpen berdasarkan cerpen yang pernah dibaca dan pengalaman yang pernah dialami. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan (1) modul pembelajaran memahami unsur-unsur  intrinsik cerpen berbasis nilai-nilai pendidikan karakter untuk menanamkan  nilai kejujuran, disiplin, kerja keras dan kemandirian dan  (2) modul pembelajaran menulis kreatif cerpen berbasis nilai-nilai pendidikan karakter untuk menanamkan nilai kejujuran, disiplin, kerja keras dan kemandirian pada siswa kelas IX SMP. Modul 1 berisi empat bagian, yaitu: (1) membaca kisah sukses sastrawan inspiratif, (2) memahami cerpen berkarakter, (3) memahami penulisan unsur-unsur instrinsik cerpen, dan (4) mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter ke dalam unsur-unsur intrinsik cerpen. Modul 2 berisi empat bagian juga, yaitu: (1) menemukan ide menulis cerpen dan mengembangkan tema cerpen berkarakter, (2) memilih dan memberi karakter tokoh, penokohan dan mengembangkan alur (plot) cerpen berkarakter, (3) memilih dan menggambarkan latar, menggunakan sudut pandang, dan gaya bahasa cerpen berkarakter, dan      (4) merumuskan judul cerpen, menyunting, menilai, dan memublikasikan cerpen berkarakter. 

Penelitian dan pengembangan yang dilakukan ini mengadaptasi model penelitian pengembangan Research and Development (R&D) oleh Sugiyono (2013) yang memaparkan sepuluh langkah dalam prosedur penelitian pengembangan. Oleh karena itu, tidak sepenuhnya kesepuluh langkah tersebut dilaksanakan dalam pengembangan produk berupa modul pembelajaran. Adapun langkah penelitian yang dimodifikasi, yaitu uji coba lapangan skala terbatas dan revisi produk. Langkah penelitian yang tidak dilaksanakan adalah uji desiminasi dan distribusi terkait dengan penyebarluasan modul pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, prosedur yang dilakukan dalam penelitian dan pengembangan modul pembelajaran ini meliputi tujuh tahapan, yaitu: (1) analisis potensi/masalah, (2) mengumpulkan informasi, (3) desain produk, (4) validasi desain produk, (5) revisi desain produk, (6) uji coba pemakaian, dan (7) revisi produk.

Data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif  dan data kualitatif. Data yang telah dihimpun selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis data uji efektivitas dilakukan secara kuantitatif, yakni dengan menggunakan analisis statistik menggunakan program SPSS 22. Berdasarkan hasil validasi ahli dan uji coba lapangan, modul pembelajaran menulis  cerpen untuk siswa kelas IX SMP dapat dinyatakan layak untuk diimplementasikan. Hasil validasi ahli pembelajaran menulis cerpen, ahli pendidikan karakter, dan guru tingkat kelayakan modul mencapai 89,9%. Sementara itu, hasil uji lapangan menunjukkan bahwa tingkat keberterimaan modul mencapai 90%. Hal ini diperkuat dengan tanggapan-tanggapan positif dari siswa subjek uji coba. Dari hasil analisis statistik uji beda keterampilan menulis cerpen sebelum dan setelah perlakuan diketahui bahwa t = -26,813 dengan taraf signifikansi 0,0000 kurang dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor menulis cerpen sebelum dan sesudah perlakuan. Rata-rata (mean) skor menulis cerpen sebelum perlakuan (pretest) sebesar 62,618, sedangkan rata-rata (mean) skor menulis cerpen sesudah perlakuan (posttest) sebesar 80,882. Artinya terdapat peningkatan skor siswa dalam menulis cerpen, setelah siswa kelas IX SMP menggunakan modul pembelajaran menulis cerpen berbasis nilai-nilai pendidikan karakter.

Modul yang dihasilkan memang tidak terlepas dari kekurangan, berdasarkan saran dan masukan dari validator ahli tetap dilakukan revisi dan penyempurnaan produk, sehingga modul pembelajaran layak diimplementasikan dalam pem-belajaran menulis cerpen, khususnya pada sekolah yang masih menerapkan KTSP. Sebagai saran penggunaan produk hasil pengembangan, siswa dan guru dianjurkan agar membaca dan memahami petunjuk penggunaan modul pem-belajaran, serta menuntaskan setiap penggalan materi sebelum melanjutkan pada penggalan selanjutnya. Hasil penelitian dan pengembangan selanjutnya dapat di-desiminasikan dalam jurnal ilmiah, direkomendasikan untuk ditindaklanjuti dengan cara diinformasikan kepada rekan guru dalam forum MGMP, sehingga modul dapat dibedah, didiskusikan, dan dijadikan model untuk pelatihan penyusunan bahan ajar khususnya modul. Selain itu, sebagai saran tindak lanjut modul juga dapat dijadikan bahan pelatihan dalam sanggar kerja, komunitas menulis cerpen dan sebagainya.