DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Perangkat Asesmen Keterampilan Menyimak dan Berbicara Terintegrasi untuk Kelas VIII SMP/ MTs

Farah Ulfa Riadina

Abstrak


ABSTRAK

 

Riadina, Farah Ulfa. 2016. Pengembangan Perangkat Asesmen Keterampilan Menyimak dan Berbicara Terintegrasi untuk Kelas VIII SMP/ MTs. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd. dan  (II) Prof. Dr. Suyono, M. Pd.

 

Kata kunci: perangkat penilaian, pembelajaran menyimak, pembelajaran berbicara, sebuah contoh

Keterampilan menyimak dan berbicara berkaitan erat. Siswa yang aktif menyimak umumnya akan mudah berbicara. Dengan demikian, siswa yang mahir berbicara juga tidak akan mengalami kesulitan dalam kagiatan menyimak. Namun kesenjangan yang terjadi di kelas, siswa yang mahir menyimak dan berbicara di luar kelas menjadi canggung ketika dihadapkan pada situasi formal. Akibatnya, guru pun mengalami kesulitan dalam menilai kemampuan menyimak dan berbicara siswa yang sebenarnya. Padahal kemampuan menyimak telah dikenal sejak lahir dan terus akan digunakan untuk menunjang interaksi siswa. Sementara itu, kemampuan berbicara memiliki peranan penting dalam menunjang kemampuan lain, seperti berpikir, membaca, menulis, dan menyimak. Berdasarkan analisis kebutuhan pada prapengembangan, aspek-aspek nonkebahasaan  dan teknik penilaian yang digunakan belum optimal dinilai oleh guru sehingga tidak diperoleh kemampuan siswa yang sebenarnya. Karenanya, dibutuhkan perangkat penilaian menyimak dan berbicara terintegrasi sebuah contoh untuk mengatasi kesenjangan tersebut. 

Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk penilaian menyimak dan berbicara terintegrasi sebuah contoh untuk siswa kelas VIII SMP/MTs yang valid, reliabel, dan efektif. Produk tersebut memuat penilaian menyimak dan berbicara. Kedua penilaian tersebut terwujud dalam dua unit soal, yaitu unit soal 1 dan unit soal 2. Unit soal 1 memuat pokok pembelajaran menyimak laporan, sedangkan unit soal 2 memuat pokok pembelajaran menyampaikan isi laporan. Pada unit soal tersebut terdapat tes pilihan ganda, tes essai, dan tes perfomansi.

Untuk mencapai tujuan di atas, digunakanlah desain pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan model desain Recursive, Reflective, Design, and Development (R2D2). Langkah yang dikembangkan pada pengembangan ini meliputi (1) analisis kebutuhan (untuk mengumpulkan informasi), (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) uji terbatas (kepada ahli), (5) revisi uji terbatas, (6) uji lapangan (kepada guru dan siswa), dan (7) revisi produk akhir.

Pengembangan ini telah menghasilkan produk berupa Perangkat Penilaian Menyimak dan berbicara Terintegrasi sebuah contoh untuk Siswa Kelas VIII SMP/MTs. Perangkat penilaian ini tersusun atas (1) petunjuk penggunaan produk, (2) kisi-kisi penilaian, (3) perencanaan pembelajaran, (4) jenis penilaian yang digunakan, serta (5) perangkat penilaian yang memuat unit soal 1 dan unit soal 2, rubrik penilaian, kunci jawaban, rambu-rambu penilaian, serta pedoman pemberian skor. 

Produk pengembangan awal tesis ini, yaitu Perangkat Penilaian Menyimak dan berbicara Terintegrasi Pendidikan Karakter untuk Siswa Kelas VIII SMP/MTs telah divalidasi oleh para ahli dan diuji lapangan. Unit soal 1 diketahui rata-rata perolehan skor validitas isi sebesar 88,9 %, validitas konstruk sebesar 79 %, keterbacaan dan kepraktisan  sebesar 85 %, ketertarapan sebesar 85 %, kemenarikan sebesar 83%,  dan reliabilitas sebesar 0,554. Sementara itu, unit soal 2 memiliki rata-rata perolehan skor validitas isi sebesar 83%, validitas konstruk sebesar 79 %, keterbacaan dan kepraktisan sebesar 85%, keterterapan sebesar 85 %, kemenarikan sebesar 86%,  dan reliabilitas sebesar 0,759. Adapun hasil akhir produk pengembangan yang dihasilkan adalah Perangkat Penilaian Menyimak dan berbicara Terintegrasi Sebuah Contoh untuk Siswa Kelas VIII SMP/MTs dengan substansi yang telah disempurnakan.

Hasil penelitian pengembangan ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kesenjangan permasalahan pembelajaran menyimak dan berbicara. Kendatipun demikian, produk ini bukan satu-satunya produk penilaian menyimak-bicara yang dapat digunakan. Produk ini merupakan produk pemula yang masih dapat dikembangkan kembali. Dengan demikian, akan ada alternatif penilaian menyimak dan berbicara yang dapat digunakan.