DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Realistik untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas VIII/A SMP Negeri 1 Tiloan

Muhammad Nur

Abstrak


ABSTRAK

 

Pemahaman konsep merupakan salah satu tujuan dalam mempelajari matematika, sehingga siswa dapat memiliki kemampuan memahami masalah, membuat model matematika, menyelesaikan hingga menafsirkan jawaban dari masalah yang diberikan. Upaya yang dilakukan dengan proses menemukan kembali melalui bimbingan guru yang berperan sebagai fasilitator dan siswa sebagai pembelajar aktif pada SMP Negeri 1 Tiloan masih dikesampingkan oleh guru. Pembelajaran konvensional yang syarat dengan transfer pengetahuan mengakibatkan siswa menjadi pembelajar yang pasif. Keadaan ini tidak selaras dengan hakikat pembelajaran matematika yang menempatkan matematika sebagai bentuk aktivitas manusia sehingga siswa aktif belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu diterapkan suatu pembelajaran melalui penerapan pembelajaran matematika realistik (PMR).

Pendekatan PMR berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari dengan menggunakan benda-benda nyata atau yang dapat dibayangkan oleh siswa. Pemanfaaatan realitas dan lingkungan dapat memperlancar proses pembelajaran matematika sehingga tujuan pembelajaran matematika dapat tercapai. Dengan menyajikan masalah kontekstual, siswa akan lebih mudah memahami, menyelesaikan dan menemukan solusi melalui berbagai cara dan strateginya sendiri, sehingga mampu meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa .

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan suatu pembelajaran melalui PMR yang mampu meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan pada SMP Negeri 1 Tiloan kelas VIII/A dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Tindakan pada penelitian ini terlaksana dalam dua siklus, dengan setiap siklusnya meliputi empat tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, (4) refleksi.

Kegiatan dengan pendekatan PMR melalui empat langkah yakni: (1) memahami masalah kontekstual, (2) menyeleaikan masalah kontekstual, (3) membandingkan dan mendiskusikan jawaban, (4) menyimpulkan. Dengan menerapkan PMR pada kegiatan pembelajaran ternyata pemahaman konsep matematika siswa pada materi SPLDV meningkat. Peningkatan pemahaman konsep tersebut dapat dilihat dari ketuntasan klasikal hasil tes diakhir siklus I sebesar 76.67% sementara ketuntasan klasikal hasil tes diakhir siklus II menjadi 86,67%, dari kategori baik menjadi kategori sangat baik. Sementara hasil wawancara memperlihatkan respon positif bahwa siswa yang belajar dengan PMR pemahaman matematika siswa meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan PMR efektif untuk meningkatkan pemahaman matematika siswa pada materi SPLDV.