DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Proses Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Ditinjau dari Tipe Kepribadian.

Hikmatul Faizah Muyassaroh

Abstrak


ABSTRAK

 

Muyassaroh, Hikmatul Faizah. 2016. Proses Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Ditinjau dari Tipe Kepribadian. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ipung Yuwono, M.S.M.Sc, (II) Dr. Sudirman, M.Si

 

Kata Kunci: proses berpikir, soal cerita, tipe kepribadian.

Dalam menghadapi suatu masalah, setiap orang mempunyai cara yang berbeda-beda. Salah satu bentuk masalah dalam matematika adalah soal cerita. Soal cerita merupakan aplikasi matematika dalam kehidupan sehari-hari yang dapat membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna. Soal cerita penting dalam pembelajaran matematika, tetapi banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita. Salah satu hal yang mempengaruhi proses berpikir siswa adalah tipe kepribadian.

Pada penelitian ini, peneliti mengaitkan antara tipe kepribadian oleh Keirsey dan teori berpikir asimilasi dan akomodasi oleh Piaget. Penelitian ini mendeskripsikan proses berpikir siswa tipe kepribadian artisan, guardian, idealist, dan rational dalam menyelesaikan soal cerita.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIH SMPN 20 Malang yaitu 2 siswa pada masing-masing tipe kepribadian yang ada. Penentuan tipe kepribadian tersebut berdasarkan hasil angket Keirsey Temperament Shorter (KTS). Selanjutnya peneliti memberikan tes soal cerita dan melakukan wawancara berbasis tugas pada subjek terpilih.

Dari hasil penelitian diperoleh bahwa proses berpikir siswa yang memiliki tipe kepribadian artisan dalam menyelesaikan soal cerita diawali dengan terjadinya asimilasi saat memahami masalah. Selanjutnya akomodasi saat menyusun rencana penyelesaian, dan melaksanakan rencana. Proses terhenti karena siswa tidak melakukan pemeriksaan kembali hasil yang diperoleh.

Proses berpikir siswa yang memiliki tipe kepribadian guardian dalam menyelesaikan soal cerita diawali dengan terjadinya asimilasi saat memahami masalah. Selanjutnya terjadi asimilasi atau akomodasi pada tahap menyusun rencana penyelesaian dan melaksanakan rencana. Pada masalah yang dianggap mudah, siswa melakukan pemeriksaan kembali. Sedangkan soal yang lebih sulit proses terhenti saat menyelesaikan masalah.

Proses berpikir siswa yang memiliki tipe kepribadian idealist dalam menyelesaikan soal cerita yaitu terjadinya asimilasi saat memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, dan melaksanakan rencana. Proses terhenti karena siswa tidak melakukan pemeriksaan kembali terhadap hasil yang diperoleh.

Proses berpikir siswa yang memiliki tipe kepribadian rational dalam menyelesaikan soal cerita diawali dengan terjadinya asimilasi saat memahami masalah. Selanjutnya terjadi asimilasi atau akomodasi saat menyusun rencana penyelesaian, dan melaksanakan rencana. Proses terhenti karena siswa tidak melakukan pemeriksaan kembali hasil yang diperoleh.