DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Bentuk Motivasi Belajar Geografi Siswa SMA Unggulan Kota Malang (Perspektif Etnometodologi)

Isa Wijiningtyas

Abstrak


ABSTRAK

 

Wijiningtyas, Isa 2016. Bentuk Motivasi Belajar Geografi Siswa SMAUnggulan Kota Malang (Perspektif Etnometodologi). Tesis. Program Studi Pendidikan Geografi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Drs. Ach Fatchan, M.Pd., MP. (II) Dr. I Nyoman Ruja, S.U.

 

Kata kunci: motivasi, etnometodologi

Motivasi belajar geografi di SMA Negeri 5 Malang tergolong tinggi, di kelas X yang terdiri dari 3 kelas yaitu X IIS 1, X IIS 2, dan X IIS 3 dengan jumlah 94 siswa terdapat  75,53% (71 siswa) termotivasi untuk mengikuti mata pelajaran geografi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk motivasi belajar geografi serta pemahaman motivasi belajar geografi siswa SMA unggulan di kota Malang dalam perspektif etnometodologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnometodologi dan jumlah subjek dalam penelitian ini 6 siswa yang termotivasi belajar geografi. Pemilihan subjek dengan teknik bantuan key-informan.

Hasil penelitian (1) hal-hal yang menyebabkan motivasi belajar geografi siswa SMA unggulan terhadap belajar geografi adalah faktor instrinsik dan ekstrinsik. Faktor instrinsik yaitu merasakan manfaat belajar geografi, cita-cita yang terinspirasi dari pelajaran geografi, keinginan yang kuat menjadi siswa yang berprestasi, mengikuti kelas olimpiade geografi, merasa senang saat pelajaran geografi, aktif bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru geografi, takut mendapatkan nilai jelek, belajar sungguh-sungguh sebelum ulangan geografi, mempunyai tanggung jawab belajar dan ingin membanggakan orang tua, mempunyai kebiasaan belajar geografi secara rutin di rumah, yakin mendapatkan nilai geografi yang bagus, mengikuti kelas tambahan belajar di luar rumah, berfikir kritis saat pelajaran geografi, mempunyai perasaan bersaing dengan teman-teman di kelas, merasa tertantang ingin lebih banyak belajar geografi. Faktor ekstrinsik adalah dorongan dari orang tua siswa yang memberikan fasilitas belajar yang menunjang kegiatan belajar geografi. (2) “kemenarikan” materi geografi itu sendiri. Pemahaman “kemenarikan” materi geografi tersebut disebabkan terkait dengan konteks alam dan sekitarnya, travelling yang terkait pada kehidupan siswa sehari-hari, sekolah Adiwiyata dapat menjadikan siswa termotivasi belajar geografi. Saran dari temuan riset ini adalah penyajian materi geografi secara kontekstual harus dilakukan dan pada riset dengan menggunakan pendekatan positifistik untuk menguji transfermabilitas hasil penelitian ini.