DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ASESMEN KEBUTUHAN KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH SASARAN JENJANG SD

Joko Rahmanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahmanto, Joko. 2016. Asesmen Kebutuhan Kurikulum 2013 di Sekolah Sasaran Jenjang SD Kabupaten Wonogiri. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan. Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Muhammad Huda A.Y., M.Pd. dan (II) Dr. H.A Supriyanto, M.Pd, M.Si.

 

Kata kunci: asesmen kebutuhan, kurikulum 2013, sekolah sasaran

Asesmen kebutuhan Kurikulum 2013 perlu diberikan perhatian secara khusus karena merupakan suatu bagian dari manajemen kurikulum, terutama pada sekolah sasaran yang telah melaksanakan kurikulum ini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kebutuhan Kurikulum 2013 di Sekolah Sasaran Jenjang SD Kabupaten Wonogiri, meliputi: (1) kategori kebutuhan perencanaan, terdiri dari: (a) jenis-jenis kebutuhan perencanaan, (b) ranking kebutuhan perencanaan, (c) skala prioritas kebutuhan perencanaan; (2) kategori kebutuhan pelaksanaan, terdiri dari:(a) jenis-jenis kebutuhan pelaksanaan, (b) ranking kebutuhan pelaksanaan, (c) skala prioritas kebutuhan pelaksanaan;  (3) kategori kebutuhan evaluasi, terdiri dari:(a) jenis-jenis kebutuhan evaluasi,   (b) ranking kebutuhan evaluasi, (c) skala prioritas kebutuhan evaluasi; dan (4) kategori faktor-faktor penghambat, terdiri dari (a) jenis-jenis faktor-faktor penghambat, (b) ranking faktor-faktor penghambat, (c) skala prioritas faktor-faktor penghambat.

Penelitian ini menggunakan metode mixed methods (gabungan kuantitatif dan kualitatif) dengan strategi eksplanatoris sekuansial. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive (bertujuan) yaitu sekolah sasaran Kurikulum 2013 Jenjang SD Kabupaten Wonogiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dibagi dalam dua tahap yaitu (1) analisis data secara kuantitatif meliputi langkah-langkah, yaitu pengidentifikasian jenis kebutuhan, perankingan, dan penskalaan prioritas kebutuhan, (2) analisis data kualitatif dilakukan untuk memberikan penjelasan dan penajaman dari hasil skala prioritas dengan mempertimbangkan kondisi sekolah yang mengacu kepada hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.

Penelitian ini menemukan jenis-jenis kebutuhan Kurikulum 2013, yaitu: (1) perencanaan, terdiri dari pelatihan Kurikulum 2013 dan supervisi pengawas sekolah, (2) pelaksanaan, terdiri dari pembelajaran tematik terpadu, pendekatan saintifik, dan model pembelajaran berbasis masalah, berbasis proyek, dan berbasis penemuan, (3) evaluasi, terdiri dari penilaian autentik dan program remidial dan pengayaan, dan (4) faktor-faktor penghambat, terdiri dari tenaga kependidikan dan sarana dan prasarana pendidikan.

Ranking kebutuhan perencanaan yang tertinggi adalah pendampingan pengawas sekolah terhadap guru dalam penyusunan RPP, sedangkan terendah adalah pemahaman guru dalam penyusunan RPP. Ranking kebutuhan pelaksanaan yang tertinggi adalah model pembelajaran berbasis masalah, berbasis proyek, dan berbasis penemuan, sedangkan terendah adalah penguasaan terhadap delapan keterampilan mengajar dari Turnley . Ranking kebutuhan evaluasi yang tertinggi adalah program remidial dan pengayaan, sedangkan terendah adalah penilaian autentik. Ranking faktor penghambat yang tertinggi adalah kualitas gedung dan bangunan, sedangkan terendah adalah penggunaan buku guru dan buku siswa Kurikulum 2013

Dengan menggunakan teknik Delphi, penelitian ini akhirnya dapat menemukan skala prioritas (bobot) dari masing-masing kebutuhan Kurikulum 2013 di Sekolah Sasaran Jenjang SD Kabupaten Wonogiri. Skala prioritas terdiri dari tiga skala, yaitu skala prioritas tidak penting, utama, dan mendesak. Kebutuhan perencanaan dengan skala prioritas tidak penting adalah pemahaman guru dalam penyusunan RPP, utama adalah sosialisasi Kurikulum 2013, dan mendesak adalah pelatihan Kurikulum 2013. Kebutuhan pelaksanaan dengan skala prioritas tidak penting adalah pembelajaran tematik terpadu, utama adalah pendekatan saintifik, mendesak adalah model pembelajaran berbasis masalah, berbasis proyek, dan berbasis penemuan. Kebutuhan evaluasi dengan skala prioritas tidak penting adalah penilaian autentik, utama adalah pengisian buku rapor, mendesak adalah program remidial dan pengayaan. Faktor penghambat dengan skala prioritas tidak penting adalah kompetensi tenaga pendidik, utama adalah jumlah tenaga pendidik, mendesak adalah jumlah tenaga kependidikan.

Berdasarkan penelitian ini maka disarankan kepada: (1) kepala sekolah agar menindaklanjuti hasil identifikasi jenis-jenis kebutuhan dan ranking kebutuhan, dengan memenuhi kebutuhan tersebut berdasarkan skala prioritas kebutuhan; (2) dinas pendidikan agar mengadakan pelatihan Kurikulum 2013 dan memberikan pendampingan bagi sekolah sasaran kurikulum 2013 secara konsisten dan berkala; (3) kementerian pendidikan dan kebudayaanuntuk tetap melanjutkan implementasi kurikulum 2013 untuk mewujudkan generasi emas 2045; (4) guru agarmengikuti pelatihan Kurikulum 2013, melaksanakan pembelajaran tematik terpadu, pendekatan saintifik, dan penilaian autentik; (5) peneliti lain diharapkan supaya menindaklanjuti denganuji perbedaan empiris terhadap prioritas kebutuhan Kurikulum 2013.