DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Etnobotani Kawasan Masyarakat Lokal Desa Trunyan Provinsi Bali Sebagai Buku Ajar pada Matakuliah Etnobotani di Perguruan Tinggi.

Pt Yulyana Grisnawati Artha

Abstrak


ABSTRAK

 

Artha, Pt Yulyana Grisnawati.2016. Studi Etnobotani Kawasan Masyarakat Lokal Desa Trunyan Provinsi Bali Sebagai Buku Ajar pada Matakuliah  Etnobotani di Perguruan Tinggi. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Murni Saptasari, M.Si., (II) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd.

 

Kata Kunci: Etnobotani, masyarakat lokal, buku ajar

Pendidikan merupak¬an usaha yang dilakukan secara sadar, terencana, terpola, dan dapat dievaluasi yang dilakukan oleh pendidik untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi peserta didik. Sumber belajar yang memadai menjadi media dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berpotensi, bermutu, dan produktif. Mahasiswa yang menempuh matakuliah Etnobotani menyatakan belum ada sumber informasi mengenai Etnobotani masyarakat lokal di Indonesia, khususnya masyarakat desa Trunyan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemanfaatan, pengelolaan dan pelestarian tumbuhan oleh masyarakat lokal desa Trunyan sebagai buku ajar pada matakuliah Etnobotani serta menciptakan kesadaran mahasiswa untuk menghargai budaya kearifan lokal yang dimiliki berbagai suku di Indonesia secara umum, dan suku Bali Aga di desa Trunyan secara khususnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pengembangan, yang dilakukan melalui dua tahapan yaitu, penelitian studi Etnobotani dan penelitian pengembangan yaitu mengembangkan produk berupa buku ajar. Analisis data secara kualitatif dan kuantitatif, pemaparan data pembahasan dan saran. Hasil penelitian studi Etnobotani yaitu ditemukan 65 spesies dari 34 suku yang digunakan oleh masyarakat untuk menunjang kehidupan sehari hari antara lain acanthaceae, acoraceae, anacardiaceae, annonaceae, apiaceae, apocynaceae, araliaceae, arecaceae, asparagaceae, asteraceae balsaminaceae, casuarinaceae, convolvulaceae, crassulaceae, curcubiceae, euphorbiaceae, fabaceae, laminaceae, malvaceae, moraceae, moringaceae, musaceae, musaceae, myrtaceae, oxalidaceae, pandanaceae, piperaceae, poaceae, rubiceae, rutaceae, solanaceae, styraceae, verbenaceae, dan zingiberaceae. Tumbuhan tersebut dimanfaatkan  sebagai obat-obatan tradisional, racun alami, kecantikan tradisional, bahan upacara adat atau ritual keagamaan, pangan dan papan. Proses pemanfaatan tersebut dilakukan secara tradisional dan turun temurun. Hasil studi tersebut dikembangkan menjadi sebuah buku ajar etnobotani yang telah divalidasi oleh validator ahli pengembangan bahan ajar, validator ahli materi internal dan validator ahli eksternal serta validasi kelompok kecil oleh mahasiswa Etnobotani. Hasil validasi menunjukkan bahwa buku ajar valid dan layak untuk diimplementasikan. Hasil implementasi buku ajar Etnobotani mampu menciptakan kesadaran mahasiswa untuk menghargai budaya kearifan lokal yang dimiliki berbagai suku di Indonesia, suku Bali Aga di desa Trunyan secara khususnya.