DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

pengaruh penggunaan representasi mikroskopik dalam pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa pada materi ikatan kimia

hendrawani

Abstrak


ABSTRAK

 

Hendrawani. 2016. Pengaruh Penggunaan Representasi Mikroskopik dalam Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Pemahaman Konsep dan Motivasi Belajar Siswa pada Materi Ikatan Kimia. Tesis. Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Subandi, M.Si., (II) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S.

 

Kata-kata kunci: representasi mikroskopik, inkuiri terbimbing, pemahaman konsep, motivasi belajar.

Materi ikatan kimia adalah materi dasar yang mencakup konsep-konsep abstrak yang sulit difahami siswa. Kesulitan dalam memahami ikatan kimia dan luasnya kesalahan konsep pada siswa telah banyak dilaporkan pda penelitian terdahulu. Dalam pembelajaran konsep-konsep abstrak pada materi ikatan kimia diperlukan representasi mikroskopik agar mudah dipahami siswa dan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan konsep serta mendorong motivasi siswa dalam mempelajari kimia. Pemahaman dan motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan dengan pemilihan strategi pembelajaran yang menarik, yang tahapan-tahapannya  melibatkan siswa berpikir aktif dalam membangun konsep baru, salah satunya adalah pembelajaran inkuiri terbimbing. Pembelajaran ikatan kimia dengan bantuan representasi mikroskopik dalam inkuiri terbimbing diduga dapat meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa pada materi ikatan kimia. Representasi mikroskopik maupun pemilihan strategi pembelajaran dalam pembelajaran ikatan kimia seringkali diabaikan oleh guru kimia khususnya di SMAN 1 Gunungsari kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan pemahaman konsep terhadap materi ikatan kimia antara siswa dengan inkuiri terbimbing dengan representasi mikroskopik dan siswa dengan inkuiri terbimbing tanpa representasi mikroskopik serta pembelajaran konvensional, dan (2) perbedaan motivasi belajar antara siswa dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dengan representasi mikroskopik dan siswa dengan pembelajaran inkuiri terbimbing tanpa representasi mikroskopik serta pembelajaran konvensional.

Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu post-test, dengan dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X IPA SMAN 1 Gunungsari kabupaten Lombok Barat yang terdiri dari 3 kelas, masing-masing kelas berjumlah 30 orang. Pemahaman konsep siswa terhadap ikatan kimia dijaring menggunakan tes pemahaman konsep ikatan kimia (multiple choice) dengan reliabilitas 0,686 dan validitas isi 94,4% dan hasil analisis validitas butir soal 15 dari 18 soal valid. Sementara motivasi belajar siswa dijaring dengan angket motivasi SMTSL Questionnaire dengan hasil validitas dan reliabilitas angket motivasi sebanyak 31 item dari 35 item valid dan nilai reliabiltas sebesar 0,919. Hasil penjaringan data pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa masing-masing dianalisis dengan anova one ways menggunakan program SPSS 16.0 for windows.

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan pemahaman konsep ikatan kimia pada  siswa yang belajar dengan metode dan representasi kimia yang berbeda. Urutan tingkat pemahaman konsep ikatan kimia dari yang paling tinggi adalah siswa dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dengan representasi mikroskopik, kemudian inkuiri terbimbing tanpa representasi mikroskopik, dan yang paling rendah adalah pembelajaran ceramah dan tanya jawab (konvensional). (2) Urutan tingkat motivasi belajar siswa dari yang paling tinggi adalah siswa yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing dengan representasi mikroskopik, kemudian inkuiri terbimbing, dan yang paling rendah siswa adalah ceramah dan tanya jawab