DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran Problem Posing Berbantuan Media Powerpoint Animatif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas VIII SMPN 3 Pangkalan Banteng

RIZAL EKAPUTRA

Abstrak


ABSTRAK

 

Ekaputra, Rizal. 2016. Penerapan Pembelajaran Problem Posing Berbantuan Media Powerpoint Animatif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas VIII SMPN 3 Pangkalan Banteng. Tesis. Pascasarjana Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Subanji, M.Si (II) Dr. Swasono Rahardjo, S.Pd., M.Si.

 

KataKunci: Pembelajaran Problem Posing, Media Powerpoint Animatif, Berpikir Kreatif

Pelaksanaan pembelajaran di SMPN 3 Pangkalan Banteng umumnya guru menjelaskan materi, memberikan contoh soal, dilanjutkan dengan mengerjakan soal yang ada di buku atau LKS.Guru masih cenderung berkonsentrasi pada latihan penyelesaian soal rutin dan kurang mengembangkan kemampun berpikir kritis dan kreatif siswa. Guru tidak mengembangkan soal-soal yang menuntut kreativitas siswa, kontekstual, menuntut penalaran, argumentasi dan kreativitas dalam menyelesaikannya. Untuk mengatasinya diperlukan pembelajaran yang sesuai, salah satunya adalah dengan pembelajaran problem posing (pengajuan masalah).

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran problem posing  berbantuan media powerpoint animatif yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMPN 3 Pangkalan Banteng. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptip kualitatif yang meliputi empat (4) tahapan,yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIa sebanyak 29 orang di SMP N 3 Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah semester genap tahun pelajaran 2015/2016.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran problem posing berbantuan media powerpoint animatif yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, adalah: a) Aperseption and motivation, yaitu memberikan apersepsi dan motivasi kepada siswa terkait materi prasyarat yaitu SPLSV, b) present information, yaitu menyajikan materi SPLDV dengan bantuan mediaanimativepowerpoint, c) problem posing activity,  yaitu mengajukan masalah serta penyelesaiannya berdasarkan konteks terkait materi SPLDV yang diberikan pada LKS, d)  rolling a problem, yaitu  saling bertukar soal dengan pasangan kelompok lain serta menyelesaikannya, (e) Correcting answers, yaitu mengoreksi  jawaban dari pasangan atau kelompok lain kemudian memberikan perbaikan apabila terdapat kesalahan; (f) Test on the materials, yaitu evaluasi untuk mengukur kreativitas berpikir siswa dan penguasaan bahan ajar.

Kemampuan berpikir kreatif siswa meningkat cukup signifikan dari siklus I ke siklus II, yaitu sebesar 20,12%, dari kategori “cukup kreatif” menjadi “kreatif”. Begitupun dengan pengusaan siswa terhadap bahan ajar meningkat sebesar 8,97%, pada kategori “baik”. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran problem posing berbantuan media powerpoint animatif dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMPN 3 Pangkalan Banteng