DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Model Problem Posing Berbantuan Smart Card untuk Meningkatkan Keterampilan Bertanya IPS Siswa Kelas IV SDN Tunjungsekar 5 Malang

NOER INTAN NOVITASARI

Abstrak


ABSTRAK

 

Novitasari, Noer Intan. 2016. Penerapan Model Problem Posing Berbantuan Smart Card untuk Meningkatkan Keterampilan Bertanya IPS Siswa Kelas IV SDN Tunjungsekar 5 Malang. Tesis, Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed (II) Prof. Dr. H. Budi Eko Soetjipto, M.Ed, M.Si

 

Kata Kunci:  Model Problem Posing berbantuan Smart Card, Keterampilan Bertanya, IPS.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan bertanya IPS siswa kelas IV SDN Tunjungsekar 5 Kota Malang melalui penerapan model pembelajaran problem posing berbantuan smart card.

Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap silklus terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IV A tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 20 siswa terdiri dari 11 siswa perempuan dan 9 siswa laki-laki. Data tentang keterampilan bertanya IPS siswa dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Data-data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunaan analisis deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian berdasarkan observasi dan wawancara menunjukkan bahwa penerapan model problem posing berbantuan smart card dapat meningkatkan keterampilan bertanya IPS siswa pada sub aspek kemampuan dasar bertanya, kemampuan bertanya tingkat rendah, sedang, dan tinggi. pada siklus I keterampilan bertanya IPS siswa diperoleh hasil sebesar 63% dan mengalami peningkatan yang signifikan pada siklus II sebesar 84%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa melalui model problem posing berbantuan smart card siswa tidak hanya dapat menyusun pertanyaan pada tingkatan mengingat saja (kemampuan berpikir tingkat rendah), tetapi siswa dapat menyusun pertanyaan pada tahap evaluasi dan mencipta (kemampuan berpikir tingkat tinggi).