DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar untuk Menumbuhkan Karakter Kelemahlembutan di Sekolah Minggu

Johana Manubey

Abstrak


ABSTRAK

 

Manubey, Johana. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Untuk Menumbuhkan Karakter Kelemahlembutan di Sekolah Minggu. Tesis. Program Studi Teknologi Pembelajaran, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, (II) Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd.

 

Kata Kunci: pengembangan, kelemahlembutan, bahan ajar, sekolah minggu.

Sekolah minggu merupakan bagian dari pendidikan non formal berdasarkan UU No 23 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan terkait dengan pendidikan keagamaan. Sekolah minggu dikhususkan bagi anak-anak berusia 2-17 tahun yang beragama Kristen. Alkitab merupakan satu-satunya dasar dan sumber utama dalam pengajarannya. Namun, untuk menginterpretasikan Firman yang ada dalam Alkitab, diperlukan bahan ajar sebagai sumber sekunder, dan dalam pengembangannya sesuai dengan Firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab. Bahan ajar yang dikembangkan oleh Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) saat ini belum secara khusus menuliskan tentang karakter kelemahlembutan. Karakter kelemahlembutan perlu diajarkan dikarenakan saat ini banyak sekali tindakan yang justru berlawanan dengan tindakan kelemahlembutan, seperti kekerasan baik verbal, nonverbal hingga bullying.

Pengembangan bahan ajar kelemahlembutan, dimaksudkan untuk dapat menolong pengajar mengajarkan karakter kelemahlembutan bagi anak sekolah minggu, khususnya remaja yang berusia 12-17 di GMIT. Bahan ajar yang dikembangkan adalah bahan ajar cetak. Bahan ajar ini dikembangkan dengan menggunakan model Dick & Carey (2009), dan menggunakan sembilan langkah pada model Dick&Carey. Pengorganisasian isi paket pembelajaran menggunakan strategi cooperative learning, reflective learning, dan active inspiring learning.Paket pembelajaran yang dikembangkan untuk menumbuhkan kelemahlembutan, terdiri dari dua bagian, yakni bahan ajar dan panduan pengajar. Dalam penggunaanya bahan ajar ini dikhususkan untuk digunakan oleh pengajar sekolah minggu. Pengembangan paket pembelajaran ini diharapkan dapat menumbuhkan karakter kelemahlembutan.

Hasil validasi dari ahli isi, ahli media, dan ahli desain diperoleh hasil sangat baik. Berdasarkan hasil uji lapangan terhadap bahan ajar kelemahlembutan, bahwa bahan ajar dapat menumbuhkan karakter kelemahlembutan untuk anak sekolah minggu dan pengajar. Dari hasil pengisian angket dan wawancara dengan remaja diperoleh bahwa mereka dapat memahami, merasakan, dan mulai melakukan tindakan kelemahlembutan.

Saran yang diajukan berkaitan dengan penggunaan dan pengembangan selanjutnya sebagai berikut: (1) Sebelum menggunakan bahan ajar, hendaknya pengajarmembaca dahulu panduan pengajar dan mempraktekkan tindakan kelemahlembutan; (2) perlu dilakukan desain model pembelajaran yang dikhususkan untuk menumbuhkan karakter; (3) bahan ajar ini dapat digunakan di desa dan perkotaan.

 

ABSTARCT

 

Manubey, Johana. 2016. Developing Instructional Materials to Increase Meekness Character at Sunday School. Thesis. Instructional Technology Study Program. Graduate School. State University of Malang. Supervisors (1). Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, (II) Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd.

 

Key Words: developing, meekness, instructional material, Sunday school

Sunday school is part of non-formal education based on constitution No. 23 year 2003 about National Education System. Sunday school education, devoted for children age between 2 – 17 years old. Bible is the main source for teaching. However, to interpret Bible’s words, second source is needed. In developing the second source for teaching, the sources should be related to God’s words stated on the Bible. Instructional materials is necessary to assist teachers’ Sunday school conveying God’s words based on children condition. Instructional materials which are developed by GMIT (Gereja Masehi Injili di Timor) is not too much to pay attention on meekness character, and teaching on that character is implicitly stated in Sunday school. Meekness character is one of characteristic that should be having by Christian. It is necessary to teach this character since there are lots of bad behaviors verbally or non-verbally shown by children either in school or out-of school and bullying their friends.

Developing instructional material on meekness character is meant to assist teachers teach for Sunday school juvenile participants, age between 12 – 17 years old. This instructional material is developed based on Dick & Carey model (2009), by applying nine steps on their model.  The organization of the content is using strategy of cooperative learning, reflective learning, and active inspiring learning. This learning package consist of two parts, they are instructional material and teachers’ guide line. This learning package is just for teachers. And it is hoped that this package can increase juvenile meekness.

The result of validation from validators (material, media and design instructional) proved that the learning package is very good to be applied to the juvenile participants. Based on field study, this learning package can develop sense of meekness for participants. From the questionnaire and interview, the results shown that juvenile can understand, feel, and start to use meekness character.

Suggestions for using this learning package, first, before using this package teachers should read teachers’ guideline, second, this learning package can be used either in city and town or village, third, need to do design models of learning devoted to cultivating character.