DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

mplementasi Pendekatan RME untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Pemahaman Konsep Matematika Siswa di Kelas VIII SMP IT Asy-Syadzili,

MARINI

Abstrak


ABSTRAK

 

Marini. 2016. Implementasi Pendekatan RME untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Pemahaman Konsep Matematika Siswa di Kelas VIII SMP IT Asy-Syadzili, Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd., M.A., (II) Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si., Ph.D.

 

Kata Kunci: RME, Motivasi Belajar, Pemahaman Konsep

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan pendekatan RME yang dapat meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep matematika siswa di kelas VIII SMP IT Asy-Syadzili. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam satu siklus dan terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII-c dengan jumlah siswa 22 orang. Perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi motivasi belajar siswa, tes hasil belajar dan catatan lapangan.

Untuk mengatasi rendahnya motivasi belajar dan pemahaman konsep matematika siswa dalam pembelajaran matematika, peneliti menerapkan pendekatan RME (Realistic Mathematics Education). RME merupakan pendekatan pembelajaran dengan menggunakan masalah realistik di awal pembelajaran. Siswa diberi kesempatan untuk menemukan sendiri konsep matematika menggunakan strategi informal menuju strategi formal.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendekatan RME yang dapat meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep matematika siswa yaitu dengan memberikan pujian kepada siswa yang dapat memahami masalah realistik dengan pemahamannya sendiri. Kemudian guru memberikan penjelasan berupa pertanyaan balik, contoh atau gambar kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami masalah realistik. Guru juga menggunakan tabel dan diagram pada LKS untuk membantu siswa menggali pengetahuan dan pengalamannya dalam menemukan konsep SPLDV. Untuk menciptakan suasana kelas menyenangkan dan tetap bersemangat, maka guru memberikan ice breaking berupa yel-yel matematika kepada siswa. Selain itu, penghargaan berupa hadiah yang diberikan kepada kelompok terbaik dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Guru juga tidak pernah menyalahkan pendapat atau pertanyaan siswa selama pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan pemahaman siswa menjadi lebih baik. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru kepada siswa untuk mengumpulkan informasi penting selama pembelajaran dapat membantu siswa membuat kesimpulan dengan benar.