DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PerspektifKonservasiBerbasisKearifanLokaldanEtnobiologiKeanekaragamanHayatiSukuTogutil di Pulau Halmahera sebagai Bahan Pengembangan Buku Referensi Etno-Konservasi.

M NASIR TAMALENE

Abstrak


ABSTRAK

 

Tamalene M.N, 2016. Perspektif Konservasi Berbasis Kearifan Lokal dan Etnobiologi Keanekaragaman Hayati Suku Togutil di Pulau Halmahera sebagai Bahan Pengembangan Buku Referensi Etno-Konservasi. Tahun 2016. Disertasi, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati Almuhdar, M.S., (II) Dr. Endang Suarsini, M.S, (III) Dr. Fatchur Rohman M.Si.

 

Kata kunci: kearifan lokal, etnobotani, etnozoologi, etno-konservasi, suku Togutil.

Indonesia memiliki indeks keanekaragaman hayati dan budaya yang tinggi. Indonesia juga memiliki 1.340 kelompok suku. Setiap kelompok memiliki budaya yang berbeda satu dengan lainnya. Praktik kebudayaan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok suku di Indonesia sangat bervariasi, namun memiliki tujuan yang sama yaitu mempertahankan budaya positif dari para leluhur yang berkaitan dengan aspek sosial dan lingkungan. Di antara kelompok suku tersebut di pulau Halmahera terdapat salah satu suku yang kehidupannya masih nomaden yaitu suku Togutil. Suku ini masih mempraktikkan kearifan lokal dengan cara melindungi keanekaragaman hayati khususnya tumbuhan dan hewan yang sangat bijaksana untuk tujuan konservasi. Praktik konservasi yang dilakukan secara tradisional mampu memberikan solusi bagi kehidupan suku Togutil yang nomaden dan sangat primitif. Potensi kearifan lokal, etnobotani, dan etnozoologi sangat penting didokumentasikan untuk kepentingan pemetaan potensi keanekaragaman hayati dengan pendekatan budaya lokal.

Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan kearifan lokal yang berhubungan dengan konservasi, etnobotani, dan etnozoologi suku Togutil di pulau  Halmahera serta mengembangkan buku referensi etno-konservasi keanekaragaman hayati berbasis riset. Penelitian ini menggunakan pendekatan (emic) dan etik (etic). Pendekatan emik adalah pendekatan dari sudut pandang masyarakat lokal, sedangkan pendekatan etik adalah pendekatan berdasarkan pada sudut pandang teori (ilmu pengetahuan). Pendekatan tersebut adalah kombinasi antara penelitian kuantitatif, kualitatif dan pengembangan. Data kuantitatif dianalisis menggunakan index of cultural significance (ICS), data kualitatif dan pengembangan dianalisis secara deskriptif yaitu; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa suku Togutil di pulau Halmahera memiliki kearifan lokal untuk melindungi hutan yaitu adanya zona hutan larangan (Hongana ihigumayaua), zona pemanfaatan (Mialolingiri), zona tanaman pangan, zona tanaman obat, zona berburu, zona sumber air, zona pemukiman dan berladang. Etnobotani Suku Togutil nomaden yaitu terdapat 2 spesies yang nilai kualitas, intensitas dan eksklusivitas penggunaannya dinilai sangat tinggi, yaitu Dendrocalamus asper (Schult.) Backer (ICS=144) dan Bambusa sp. (ICS=100) spesies ini berguna untuk bahan bangunan, sayuran, anyaman dan kesenian,sedangkan suku Togutil menetap memanfaatkan 5 spesies yang nilai kualitas, intensitas dan eksklusivitas penggunaannya dinilai sangat tinggi, yaitu Dendrocalamus asper (Schult.) Backer (ICS=150) sebagai bangunan, kesenian, sayuran & anyaman, Bambusa sp. sebagai bangunan, kesenian, sayuran & anyaman dan Musa x paradisiaca L. sebagai Obat, sayuran dan pangan (ICS=114), Calamus sp. (ICS=112) dan Gigantochloa apus (Schult.) Kurz (100) sebagai bangunan, Sayuran & Anyaman. Etnozoologi suku Togutil berdasarkan analisis nilai kepentingan relatif dari spesies yang dikenal secara lokal yaitu hewan digunakan sebagai sumber energi, hewan peliharaan, indikator musim buah dan hewan pemburu (100%), sumber penyakit (67%) dan sumber obat (24%). Buku Referensi berbasis Riset yang dikembangkan dengan judul  Etnokonservasi Keanekaragaman Hayati (Perspektif Konservasi Berbasis Kearifan Lokal) memberikan informasi penting tentang konservasi secara tradisional oleh suku Togutil di pulau Halmahera.