DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERCIRIKAN STRATEGI GENERATIF DENGAN PEMBELAJARAN PMII PADA SISWA KELAS VIII SMPN 2 MALANG

Wimelia Citra Rahmadani

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahmadani, Wimelia Citra. 2016. Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Bercirikan Strategi Generatif dengan Pembelajaran PMII pada Siswa kelas VIII SMPN 2 Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd, M.A., (2) Dr. Swasono Rahardjo, M.Si.

 

Kata Kunci: Pengembangan, LKS, Strtategi Generatif, Pembelajaran PMII

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS yang bercirikan strategi Generatif dengan pembelajaran PMII bagi siswa kelas VIII di SMPN 2 Malang yang valid, menarik dan efektif. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D (Four-D Models) yang terdiri dari: pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Namun, dalam penelitian ini hanya dilakukan tiga tahap pertama, sedangkan tahap penyebaran tidak dilakukan karena hasil pengembangan tidak disebarluaskan, melainkan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. Subjek uji coba adalah siswa kelas VIII di SMPN 2 Malang tahun pelajaran 2015/ 2016 yang berjumlah 32 orang. Untuk menilai kualitas LKS, dikembangkan juga rencana pelaksanaan pembelajaran(RPP), dan instrumen penelitian yang berupa angket respon siswa dan tes penguasaan hasil belajar.

Setiap topik pada LKS terdiri dari 5 kegiatan, yaitu (1) pendahuluan, (2) pemfokusan, (3) tantangan, (4) penerapan, dan (5) penilaian tutor dan tutee. Dengan kegiatan tersebut diharapkan siswa lebih mandiri dalam belajar dan mampu mengkonstruksi pemahaman matematika secara mandiri

Hasil uji validasi oleh dua orang ahli/praktisi disimpulkan bahwa LKS, RPP, dan instrumen penelitian memenuhi  kriteria kevalidan. Sedangkan  untuk menentukan kemenarikan dan keefektifan LKS dilakukan uji coba. Kemenarikan LKS diperoleh dari angket respon siswa dan hasil wawancara dengan guru. Keefektifan LKS dilihat dari tingkat ketuntasan kelas yang diperoleh dari nilai latihan dan nilai tes akhir. Berdasarkan uji kemenarikan dan uji keefektifan, disimpulkan bahwa LKS memenuhi kriteria kemenarikan dan keefektifan. Dengan demikian, dapat disimpulkan LKS yang dikembangkan valid, menarik, dan efektif

Saran pembelajaran menggunakan LKS ini, antara lain: (1) perbanyak waktu pada tahap pemfokusan dan tahap tantangan, (2) pengelompokkan siswa juga harus memperhatikan kesenangan dan kecocokan siswa satu sama lain, dan (3) ketersediaan miniatur bangun ruang sangat diperlukan untuk kelancaran pengerjaan LKS