DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan pembelajaran model kooperatif tipe Two Stay Two Stray dan Carousel Feedback dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS siswa dikelas VIII C SMPN 2 Kedungdung Kabupaten Sampang.

AUGUSTA EFFENDI

Abstrak


ABSTRAK

 

Effendi, Augusta. 2016. Penerapan pembelajaran model kooperatif tipe Two Stay Two Stray dan Carousel Feedback dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS siswa dikelas VIII C SMPN 2 Kedungdung Kabupaten Sampang. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Budi Eko Soetjipto, M.Ed, M.Si, (II) Prof. Utami Widiati, M.A, Ph.D

 

Kata Kunci: Motivasi, hasil belajar, model kooperatif tipe two stay two stray dan carousel feedback 

Berdasarkan data pada studi pendahuluan ditemukan bahwa motivasi siswa di kelas VIII C SMPN 2 Kedungdung Kabupaten Sampang dalam pembelajaran IPS sangat rendah. Rendahnya motivasi siswa dalam pembelajaran IPS menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Adapun tujuan dalam penelitian ini, meliputi: (1) untuk mengetahui peningkatan motivasi siswa setelah pembelajaran IPS dengan menerapkan model kooperatif tipe two stay two stray dan carousel feedback, (2) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas VIIIC setelah diterapkan pembelajaran model kooperatif tipe two stay two stray dan carousel feedback.

Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama dua siklus dengan mengacu pada model Kemmis & Mc Taggart yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMPN 2 Kedungdung Kab. Sampang yang berjumlah 20 siswa. Instrumen yang digunakan pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) observasi, (2) angket, (3) tes hasil belajar dan, (4) dokumentasi. Data tentang penerapan model kooperatif tipe two stay two stray dan carousel feedback dikumpulkan melalui pengisian angket motivasi belajar siswa yang dilakukan sebelum tindakan dan tiap akhir siklus, data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui tes hasil belajar yang dilakukan pada tiap akhir siklus.

Ada dua penemuan dalam penelitian ini. Pertama, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dan Carousel Feedback yang efektif dalam peningkatan motivasi dan hasil belajar IPS siswa sebagai berikut: (a) apabila menerapkan dua model pembelajaran dalam satu kali pertemuan, sebaiknya dengan menjelaskan sintak kedua model pembelajaran didahului penerapan satu persatu kedua model tersebut sampai siswa paham dengan masing-masing sintaknya, (b) materi yang diberikan harus dibatasi sesuai dengan kemampuan siswa dan mengaitkan pelajaran IPS dengan kehidupan lingkungan siswa, (c) lembar kegiatan siswa dirancang sesuai dengan persedian waktu yang ditetapkan, (d) Mengganti anggota kelompok untuk menghilangkan kebosanan siswa dalam diskusi kelompoknya sesuai dengan kemampuan siswa yang tinggi, sedang dan rendah dalam satu kelompok pada setiap siklusnya. Kedua, model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dan Carousel Feedback dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Indikator yang tampak adalah (a) siswa menjadi senang mengikuti pelajaran IPS dalam kelompok dengan teman, (b) kemampuan siswa berkembang dalam memecahkan masalah tentang materi pembelajaran yang dipelajari sesuai dengan konsep berfikir siswa sendiri, (c) munculnya keyakinan siswa saling mengungkapkan pendapatnya dalam memahami materi pelajaran, (d) siswa menjadi aktif dalam pembelajaran kooperatif selama diskusi kelompok, (e) Siswa dapat meningkatkan disiplin, tanggung jawab, sikap kerja sama antar siswa dalam menyelesaikan tugas, (f) siswa merasa puas dengan perolehan nilai hasil tes IPS.

Berdasarkan temuan-temuan tersebut di atas dapat disarankan sebagai berikut: pertama, guru dalam penerapan model kooperatif tipe two stay two stray dan carousel feedback harus mampu menentukan materi yang sesuai bisa diterapkan dengan kedua model tersebut, sehingga diperoleh hasil yang optimal. Kedua, guru harus menjelaskan terlebih dahulu langkah-langkah pembelajaran sampai siswa menjadi paham supaya pembelajaran berjalan dengan baik dan efektif. Ketiga, guru diharapkan menjadikan pembelajaran model kooperatif tipe two stay two stray dan carousel feedback sebagai alternatif model pembelajaran IPS untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.