DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN INOVASI KEPALA SEKOLAH, KELENGKAPAN SARANA PRASARANA SEKOLAH, DAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PNS GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KOTA TEGAL

Fatah Arafat

Abstrak


ABSTRAK

 

Arafat, Fatah. 2016. Hubungan Inovasi Kepala Sekolah, Kelengkapan Sarana Prasarana Sekolah, dan Motivasi dengan Kinerja PNS Guru Sekolah Dasar Negeri di Kota Tegal. Tesis. Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd., (II) Dr. H. Ahmad Yusuf Sobri, S.Sos., M.Pd.

 

Kata kunci: inovasi, sarana prasarana, motivasi, kinerja

Kepala sekolah yang inovatif akan selalu mengarahkan laju gerak sekolah menuju visi yang diidamkan dan tidak melupakan misi yang diemban oleh sekolah. Kepala sekolah yang inovatif dikatakan dapat berpengaruh terhadap kinerja guru karena di dalam inovasi-inovasinya tentu terdapat inovasi yang berkenaan dengan hal-hal yang membuat guru termotivasi dan terbantu dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Selain inovasi kepala sekolah, kelengkapan sarana prasarana sekolah akan membantu guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya dalam mengajar dan juga melaksanakan tugas-tugas administrasi lainnya. Motivasi merupakan salah satu faktor kuat penentu kinerja. Walaupun kepala sekolah telah berlaku inovatif dan sarana prasarana sekolah telah disediakan cukup jumlah dan cukup kualitas, namun tanpa motivasi kerja yang tinggi maka kinerja guru tersebut tidak mungkin tinggi.

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan inovasi kepala sekolah, kelengkapan sarana prasarana sekolah, motivasi, dan kinerja PNS guru SD negeri di Kota Tegal; (2) mengetahui hubungan secara langsung inovasi kepala sekolah dengan kinerja, mengetahui hubungan langsung kelengkapan sarana prasarana sekolah dengan kinerja, mengetahui hubungan secara tidak langsung inovasi kepala sekolah dengan kinerja melalui motivasi, mengetahui hubungan secara tidak langsung kelengkapan sarana prasarana sekolah dengan kinerja melalui motivasi, mengetahui hubungan secara simultan inovasi kepala sekolah, kelengkapan sarana prasarana sekolah, dan motivasi dengan kinerja, mengetahui hubungan inovasi kepala sekolah dengan motivasi, mengetahui hubungan kelengkapan sarana prasarana sekolah dengan motivasi, dan mengetahui hubungan secara simultan inovasi kepala sekolah dan kelengkapan sarana prasarana sekolah dengan motivasi.

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif korelasional. Data penelitian adalah respon atas kuesioner yang diberikan kepada 99 responden di 16 SD negeri di Kota Tegal. Respon berupa jawaban responden atas pilihan jawaban 4 skala likert yang telah disediakan. Kuesioner terdiri atas 100 butir pernyataan favorable yang sebelumnya telah diujicobakan pada 27 responden. Responden adalah PNS guru SD negeri yang tersebar di 4 area kecamatan yang diambil secara proporsional dan acak di masing-masing area. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif mean, analisis regresi linear, dan analisis jalur.

Hasil analisis deskriptif mean menunjukkan bahwa: (1) tingkat inovasi kepala sekolah SD negeri di Kota Tegal adalah tinggi dengan rata-rata skor responden sebesar 85,13 dari skor maksimal 100; (2) tingkat kelengkapan sarana prasarana sekolah SD negeri di Kota Tegal adalah baik dengan rata-rata skor responden sebesar 87,88 dari skor maksimal 100; (3) tingkat motivasi PNS guru SD negeri di Kota Tegal adalah tinggi dengan rata-rata skor responden sebesar 66,03 dari skor maksimal 84; dan (4) tingkat kinerja PNS guru SD negeri di Kota Tegal adalah tinggi dengan rata-rata skor responden sebesar 100,10 dari skor maksimal 116.

Hasil perhitungan regresi linear dan analisis jalur menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan tidak signifikan inovasi kepala sekolah dengan kinerja dengan nilai koefisien sebesar 0,074; (2) terdapat hubungan tidak signifikan kelengkapan sarana prasarana sekolah dengan kinerja dengan nilai koefisien sebesar 0,099; (3) terdapat hubungan signifikan inovasi kepala sekolah dengan kinerja melalui motivasi dengan nilai koefisien sebesar 0,274; (4) terdapat hubungan signifikan kelengkapan sarana prasarana sekolah dengan kinerja melalui motivasi dengan nilai koefisien sebesar 0,304; (5) terdapat hubungan motivasi dengan kinerja dengan nilai koefisien sebesar 0,507; (6) terdapat hubungan signifikan secara simultan inovasi kepala sekolah, kelengkapan sarana prasarana sekolah, dan motivasi dengan kinerja dengan nilai koefisien sebesar 0,369; (7) terdapat hubungan signifikan inovasi kepala sekolah dengan motivasi dengan nilai koefisien sebesar 0,155; (8) terdapat hubungan signifikan kelengkapan sarana prasarana sekolah dengan motivasi dengan nilai koefisien sebesar 0,404; dan (9) terdapat hubungan signifikan secara simultan inovasi kepala sekolah dan kelengkapan sarana prasarana sekolah dengan motivasi dengan nilai koefisien sebesar 0,418.

Saran yang dapat diajukan atas hasil penelitian ini adalah: (1) kepada Pemerintah Kota Tegal melalui Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal meningkatkan daya inovatif kepala sekolah dengan mengadakan pelatihan-pelatihan berbasis hasil penelitian dan disarankan untuk melakukan penelitian-penelitian dibantu sumber daya manusia yang relevan maupun dibantu kalangan akademisi untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi para PNS guru SD negeri di Kota Tegal dalam rangka meningkatkan kinerja mereka; (2) kepada guru dan kepala sekolah SD negeri di Kota Tegal disarankan dapat mengoptimalkan pendayagunaan kelengkapan sarana prasarana sekolah yang sudah ada; (3) kepada peneliti-peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dan kinerja PNS guru SD negeri dengan pendekatan kualitatif;