DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERCIRIKAN PROBLEM SOLVING POLYA YANG MENDUKUNG PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII SMP

Inayatul Fithriyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Fithriyah, Inayatul. 2016.Pengembangan Perangkat Pembelajaran Bercirikan Problem Solving Polya yang Mendukung Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VII SMP.Tesis, Program StudiPendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof, Dr, Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A (II) Dr, Sisworo, M.Si

 

Kata kunci:Pengembangan Perangkat Pembelajaran, Problem Solving Polya, Kemampuan Berpikir Kritis.

Salah satu sumber belajar dalam proses pembelajaran adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Berdasarkan pengamatan peneliti di lapangan, peneliti mendapatkan tidak sedikit guru yang menggunakan RPP berdasarkan hasil copy paste dari satu sekolah ke sekolah lain. Selain itu, tidak sedikit pula guru yang menggunakan RPP tahun-tahun terdahulu untuk digunakan pada tahun pembelajaran yang berlangsung dengan mengganti tahun pembelajarannya saja, bahkan beberapa guru tidak menggunakan pendekatan scientific. Selain itu peneliti mendapatkan bahwa LKS yang digunakan dalam proses pembelajaran berisi rangkuman materi sekilas,  soal-soal yang tidak konstekstual dan tidak open-ended,serta latihan soal sekedar berbentuk soal sederhana.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan perangkat bercirikan Problem SolvingPolyauntuk siswa kelas VII SMP yang valid, praktis, dan efektif yang mendukung peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa.

Dalam penelitian ini, model pengembangan yang digunakan adalah modifikasi model pengembangan Plomp yang terdiri dari tiga tahap, yakni (1) preliminary research (penelitianawal), dan (2) prototyping phase (tahappengembangan), dan (3) assessment phase (tahap penilaian). Secara singkat pada preliminary research, peneliti melakukan penelitian awal tentang fakta-fakta yang ada pada lapangan. Pada prototyping phase, peneliti mulai mengembangkan suatu perangkat pembelajaran yakni RPP, LKS, serta instrumen penelitian, serta melakukan validasi terhadap perangkat yang telah dikembangkan. Pada tahap yang ketiga tahap penilaian, peneliti melakukan uji kepraktisan dan keefektivan terhadap perangkat yang telah dikembangkan.

Berdasarkan analisis, skor rata-rata kevalidan RPP diperoleh sebesar , kevalidan LKS sebesar , kevalidan tes awal dan tes akhir sebesar  dan , dan kevalidan lembar observasi aktivitas siswa dan guru secara berturut-turut sebesar  dan .Dari segi kepraktisan produk diperoleh kepraktisan RPP sebesar  dan kepraktisan LKS sebesar  serta nilai rata-rata hasil observasi aktivitas siswa dan guru setiap pertemuan di atas . Dari segi keefektifan produk, pada tes awal hanya 1 siswa yang memiliki nilai di atas KKM, tetapi pada tes akhir sebanyak  siswa memiliki nilai di atas KKM. Selain itu, berdasarkan perbandingan ketercapaian indikator kemampuan berpikir kritis hasil tes awal dan tes akhir siswa selalu mengalami peningkatan secara berturut turut dari indikator pertama hingga indikator keenam sebesar Berdasarkan analisis, disimpulkan perangkat pembelajaran yang dikembangkanlayak digunakan untuk siswa jenjang SMP dalam pembelajaran materi segitiga dan segiempat.