DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Identifikasi Morfologi Galur-galur Harapan Kedelai (Glycine max L. Merrill) Tahan CpMMV (Cowpea Mild Mottle Virus) Serta Pemanfaatannya sebagai Modul Pembelajaran Biologi SMK Kelas X

Tri Andri Setiawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Setiawan, Tri Andri. 2016. Identifikasi Morfologi Galur-galur Harapan Kedelai (Glycine max L. Merrill) Tahan CpMMV (Cowpea Mild Mottle Virus) Serta Pemanfaatannya sebagai Modul Pembelajaran Biologi SMK Kelas X. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1). Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd. (2) Dr. Heru Kuswantoro, M.P.

 

Kata kunci: Morfologi, Kedelai, CpMMV, Modul

Modul merupakan salah satu bahan ajar bersifat mandiri berbentuk cetak, dilengkapi dengan berbagai petunjuk yang menggabungkan pengalaman siswa dalam memahami konsep materi. Salah satu materi pada matapelajaran Biologi yang diberikan di SMK yaitu Morfologi Berbagai Bagian Organ Tumbuhan. Penyampaian materi tersebut perlu adanya proses pembelajaran yang tidak hanya dapat diberikan dengan bacaan saja melainkan perlu adanya pembelajaran yang bersifat kontekstual yang dapat dikerjakan langsung oleh siswa. Berdasarkan analisis kebutuhan tersebut siswa membutuhkan bahan ajar berupa modul yang dapat membantu dalam pemahaman materi Morfologi Tumbuhan. Modul juga terfokus pada tumbuhan tertentu sehingga dapat membantu siswa dalam pemahaman konsep materi pembelajaran yang lebih fokus. Morfologi tanaman yang perlu dikaji oleh siswa yang menjadi permasalahan di masyarakat salah satunya yaitu tanaman kedelai.

Salah satu masalah pada tanaman kedelai yaitu adanya penyakit yang menyerang kedelai disebabkan oleh Cowpea Mild Mottle Virus(CpMMV) yang dibawa oleh hama Bemisia tabaci. Upaya yang dilakukan dalam mengurangi serangan penyakit CpMMV sudah dilakukan melalui pembentukan varietas baru secara konvensional. Varietas dibentuk melalui proses persilangan genotipe kedelai tahan CpMMV dengan varietas unggul. Hasil persilangan tersebut diharapkan dapat memperbaiki genetik tanaman kedelai yang tahan terhadap serangan penyakit CpMMV serta berdaya hasil produksi tinggi. Proses perbaikan genetik tersebut merupakan salah satu bagian dari strategi pemuliaan tanaman. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui ciri-ciri atau kenampakan yang muncul pada tanaman kedelai yang tahan terhadap CpMMV dengan kajian secara morfologi. Berdasarkan hal tersebut penelitian mengenai kajian morfologi galur-galur harapan kedelai tahan CpMMV ini dilakukan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfologi galur-galur harapan kedelai tahan CpMMV dan menghasilkan modul pembelajaran Biologi SMK kelas X yang tervalidasi dari hasil penelitian identifikasi morfologi galur-galur harapan kedelai tahan CpMMV. Penelitian dilakukan dengan dua tahapan yaitu identifikasi tanaman kedelai dan pengembangan modul. Identifikasi menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Identifikasi dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (BALITKABI) pada Bulan Maret-Juni 2015. Galur-galur harapan yang digunakan yaitu UM.4-1, UM.7-2, UM.2-4, UM.7-6, UM.6-2, UM.6-3, UM.3-2, UM.6-1, UM.7-3, UM.3-4 dan varietas unggul pembanding Gumitir dan Wilis. Analisis data kuantitatif menggunakan uji Multivariate untuk mengetahui perbedaan karakter morfologi, sedangkan analisis data kualitatif menggunakan Clustering. Pengembangan modul dibuat berdasarkan model 4D (Define, Design, Develop, Dissiminate), namun penelitian ini hanya sampai pada tahap Develope. Analisis data dilakukan dengan validasi oleh ahli modul dan materi.

Hasil uji multivariate menunjukkan nilaiHotelling’s Trace (0,00) lebih kecil dari nilai signifikansi (0,05) yang berarti bahwa 10 galur harapan UM.4-1, UM.7-2, UM.2-4, UM.7-6, UM.6-2, UM.6-3, UM.3-2, UM.6-1, UM.7-3, UM.3-4 tahan CpMMV dan varietas unggul (Gumitir dan Wilis) memiliki perbedaan pada karakter morfologi panjang daun, lebar daun, panjang petiol daun, luas daun, nisbah daun (P/L) dan tinggi tanaman.Berdasarkan analisiscluster yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ciri kualitatif cenderung memiliki pola yang sama. Terdapat dua kelompok ciri kualitatif karakter morfologi kedelai tahan CpMMV yaitu kelompok pertama galur UM.4-1, UM.3-2, UM.3-4, Gumitir dan Wilis, kelompok kedua galur UM.7-2, UM.2-4, UM.7-6, UM.6-2, UM.6-3, UM.6-1 dan UM.7-3 yang memiliki perbedaan pada warna rambut daun, warna rambut batang, warna biji, warna hilum, bentuk biji dan warna polong masak. Hasil pengelompokan tersebut menunjukkan bahwa galur UM.4-1, UM.3-2 dan UM.3-4 memiliki keseragaman morfologi dengan varietas unggul Gumitir dan Wilis. Hasil validasi modul Biologi berdasarkan penilaian ahli diperoleh skor persentase rata-rata sebesar 83,93% yang menunjukkan bahwa modul sangat valid untuk digunakan dalam pembelajaran Biologi SMK kelas X.