DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Proses Koneksi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Aljabar Ditinjau dari Taksonomi SOLO.

Risma Firda Diana

Abstrak


ABSTRAK

 

Diana, Risma Firda. 2016. Proses Koneksi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Aljabar Ditinjau dari Taksonomi SOLO. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (i) Dr. Edy Bambang Irawan, M. Pd. (ii) Dr. Susiswo, M.Si.

 

Kata kunci: koneksi matematis, taksonomi SOLO, gaya kognitif reflektif, gaya kognitif impulsif

Hasil observasi dan uji pendahuluan pada beberapa SMP di Malang  menunjukkan bahwa siswa masih kesulitan dalam menyelesaikan masalah aljabar. Salah satu penyebabnya adalah siswa kesulitan dalam membuat koneksi matematis dengan kehidupan sehari-hari, koneksi konsep aljabar dengan konsep lain dimatematika, serta koneksi antar konsep aljabar. Siswa hanya dapat menggunakan beberapa informasi yang diketahui dalam masalah yang diberikan dan salah dalam menghubungkan informasi-informasi tersebut, sehingga tidak dapat menemukan penyelesaian yang diharapkan.  Respon yang ditunjukkan beberapa siswa dalam menyelesaikan masalah aljabar hanya sampai level multistructural pada taksonomi SOLO. Salah satu faktor yang mempengaruhi respon yang diberikan siswa dalam menyelesaikan masalah adalah gaya kognitif. Gaya kognitif berdasarkan penggunaan waktu dan jumlah kesalahan yang dibuat menurut Kagan dan Kogan adalah gaya kognitif reflektif dan impulsif. 

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses koneksi matematis siswa bergaya kognitif impulsif dan siswa bergaya kognitif reflektif dalam menyelesaikan masalah aljabar ditinjau dari  taksonomi SOLO. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologi. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu (i) memilih 2 siswa bergaya kognitif reflektif (SR I dan SR II) serta 2 siswa bergaya kognitif impulsif (SI I dan SI II) menggunakan instrumen gaya kognitif, (ii) memberikan tes koneksi matematis yang terdiri dari 2 masalah aljabar yang merupakan masalah relational dan masalah extended abstract, dan (iii) melakukan wawancara berdasarkan jawaban yang diberikan siswa pada saat tes koneksi matematis. Data dalam penelitian ini adalah data tes koneksi matematis dan hasil wawancara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masalah relational,  proses koneksi matematis SI I  mencapai level unistructural dan SI II mencapai level multistructural.. Lebih lanjut, SR I dan SR II mencapai level relational. Proses koneksi matematis semua subjek pada masalah relational sama yaitu menerjemahkan informasi yang diketahui pada masalah ke dalam bahasa matematika dan menghubungkan semua informasi yang telah diterjemahkan dengan menghubungkan antar konsep matematika untuk menentukan bahwa uang bagian anak ketiga dapat digunakan untuk membeli tas.

Pada masalah extended abstract,  proses koneksi matematis SI I  mencapai level prestructural dan SI II mencapai level unistructural. Lebih lanjut, SR I mencapai level relational, sedangkan SR II dapat mencapai level extended abstract. Proses koneksi matematis SI I dan SR I sama pada masalah extended abstract  yaitu  menerjemahkan informasi yang diketahui pada masalah dalam bahasa matematika dan menghubungkan semua informasi yang telah diterjemahkan dengan menghubungkan antar konsep matematika untuk menentukan luas tanah yang dibangun gazebo. Proses koneksi matematis SI II dan SR II sama dengan  proses koneksi matematis SI I dan SR I, tetapi SI II dan SR II dapat menghubungkan semua informasi yang telah diterjemahkan dengan menghubungkan antar konsep matematika hingga mendapatkan ukuran tanah yang dibangun gazebo.