DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kearifan Lokal Lembaga Adat Dapura Tolukaluluno Sebagai Sumber Belajar IPS SMP (Kajian Etnografi Pada Masyarakat Suku Ciacia Laporo di Kelurahan Awainulu Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara)

LA SALUDU

Abstrak


ABSTRAK

 

Saludu, La. 2016. Kearifan Lokal Lembaga Adat Dapura Tolukaluluno Sebagai Sumber Belajar IPS SMP (Kajian Etnografi Pada Masyarakat Suku Ciacia Laporo di Kelurahan Awainulu Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara). Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar (Ilmu Pengetahuan Sosial), Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., (II) Prof. Hj. Utami Widiati, M.A, Ph.D.

 

Kata Kunci: Kearifan Lokal, Lembaga Adat, Sumber Belajar, Pembelajaran IPS.

Lembaga adat Dapura Tolukaluluno merupakan bentuk kearifan lokal pada masyarakat Ciacia Laporo di Kabupaten Buton, khususnya di Kelurahan Awainulu Kecamatan Pasarwajo. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui arti dan peran penting dari keberadaan kearifan lokal lembaga adat Dapura Tolukaluluno dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Ciacia Laporo di Kelurahan Awainulu, dan hubungannya sebagai sumber belajar IPS SMP.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang dilaksanakan di kelurahan Awainulu kecamatan Pasarwajo kabupaten Buton provinsi Sulawesi Tenggra. Dalam penelitian ini, kehadiran peneliti sangat dibutuhkan sebagai instrumen penelitian. Data dalam penelitian ini bersumber dari kata-kata/tindakan, fisik/benda, dan dokumentasi, yang diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumen. Data yang diperoleh dianalisis dengan tehnik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Pengecekan keabsahan data temuan dilakukan dengan tehnik triangulasi, yang meliputi triangulasi dengan sumber, metode, dan teori.

Hasil penelitian menunjukkan lembaga adat Dapura Tolukaluluno terbentuk dan tersusun dari tiga bagian atau tiga elemen inti yaitu parabela, moji, dan waci, sebagai suatu sistem. Persyaratan, pemilihan, serta tugas dan tanggung jawab pemangku adat dalam lembaga adat Dapura Tolukaluluno diatur sesuai tatanan adat yang berlaku secara turun temurun. Lembaga adat Dapura Tolukaluluno sebagai suatu kearifan lokal telah memberikan pembelajaran akan nilai-nilai karakter, yaitu: nilai religius, musyawarah, demokratis, kerja sama, rasa hormat, jujur, adil, bijaksana, tanggung jawab, dan disiplin. Nilai-nilai tersebut dapat dintegrasikan dalam pembelajaran IPS SMP sebagai sumber belajar khususnya di kabupaten Buton provinsi Sulawesi Tenggara, baik dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) maupun Kurikulum Tahun 2013 (K 13).

Peran penting kearifan lokal seperti lembaga adat Dapura Tolukaluluno dewasa ini sangat diperlukan di tengah pergaulan global dalam menata dan mengontrol kehidupan masyarakat, agar tidak terbawa oleh arus perkembangan zaman. Oleh karena itu, berbagai pihak baik itu pemerintah, orang tua, guru, siswa, dan peneliti khususnya di wilayah kabupaten Buton provinsi Sulawesi Tenggara, agar tetap menjaga kelestarian kearifan lokalnya yang merupakan warisan leluhur. Adapun cara yang dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan, baik sebagai individu, keluarga, dan masyarakat, ataupun dikembangkan sebagai sumber belajar dalam pendidikan formal.