DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Beban Kognitif Siswa Dalam Praktik Pembelajaran Matematika Kelas X RPL 3 SMK TELKOM Malang

Barep Yohanes

Abstrak


ABSTRAK

 

Yohanes, Barep. 2016. Beban Kognitif Siswa Dalam Praktik Pembelajaran Matematika Kelas X RPL 3 SMK TELKOM Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Subanji, M.Si, dan (II) Dr. Sisworo, M.Si

 

Kata Kunci: Beban Kognitif, Pembelajaran Matematika

Pembelajaran adalah proses interaksi antar siswa, antara siswa dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Siswa dalam belajar melibatkan kemampuan kognitifnya untuk memahami suatu materi yang sedang dipelajari. Perkembangan psikologi kognitif berpegang pada kerangka teoritis yang disebut dengan pemrosesan informasi. Dalam pemrosesan informasi membahas tentang keterbatasan memori kerja dan tidak terbatasnya memori jangka panjang. Beban pada saat memori kerja memproses suatu informasi disebut dengan beban kognitif. Beban kognitif dibagi menjadi beban kognitif intrinsic, beban kognitif extraneous, dan beban kognitif germane. Berdasarkan teori beban kognitif bahwa dalam pembelajaran untuk beban kognitif intrinsic harus dikelola, beban kognitif extraneous harus ditekan serendah mungkin, dan beban kognitif germane harus ditingkatkan.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan munculnya beban kognitif siswa dalam praktik pembelajaran matematika. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi data kualitatif yang diperoleh dari lembar observasi, jurnal belajar siswa, wawancara, dan rekaman video. Untuk pengecekan keabsahan data menggunakan metode triangulasi dan strategi menyajikan informasi yang berbeda atau negatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X RPL 3 SMK TELKOM Malang tahun pembelajaran 2015/2016.

Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa beban kognitif siswa dalam praktik pembelajaran matematika muncul dalam 3 (tiga) bentuk yaitu, beban kognitif intrinsic, beban kognitif extraneous, dan beban kognitif germane. Beban kognitif intrinsic yang muncul dalam bentuk kompleksitas materi yang sedang dipelajari  melibatkan materi prasyarat dan keahlian siswa dalam belajar matematika. Beban kognitif extraneous yang muncul dalam bentuk penyampaian materi oleh guru yang terlalu cepat, sebagian siswa yang gaduh, dan urutan materi yang disampaikan kurang mendukung konstruksi pengetahuan yang utuh. Beban kognitif germane muncul dalam bentuk usaha siswa saat memahami materi dengan menggunakan bantuan aplikasi computer (Cabri 3D), mengerjakan latihan soal, berusaha untuk berimajinasi, dan berusaha mengingat kata kunci pada suatu definisi. Beban kognitif intrinsic yang muncul dapat terungkap dari kesulitan siswa dalam memahami definisi topik materi, melakukan operasi aljabar, memahami kesebangunan segitiga, menentukan besar sudut, membayangkan, dan menentukan langkah dalam mengerjakan latihan soal. Beban kognitif extraneous yang muncul dapat terungkap dari kesulitan siswa dalam mengikuti/memahami penjelasan guru dan gangguan dari sebagian siswa yang gaduh. Beban kognitif germane yang muncul dapat terungkap dari ketertarikan siswa terhadap aplikasi komputer (Cabri 3D) yang digunakan oleh guru, ketertarikan siswa untuk mengerjakan latihan soal dan membayangkan (berimajinasi), dan perhatian siswa terhadap kata kunci pada suatu definisi.

Dari kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, peneliti memberikan beberapa saran yang dapat digunakan untuk gagasan penelitian selanjutnya ataupun perbaikan pembelajaran matematika. Untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan pengukuran beban kognitif yang dialami siswa pada saat pembelajaran matematika dan melakukan penelitian tentang beban kognitif yang dialami siswa berdasarkan gender. Untuk perbaikan pembelajaran dapat dilakukan dengan memanfaatkan fungsi komputer dan jaringan internet yang tersedia untuk siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya.