DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Interferensi Berpikir yang Dialami Siswa pada Materi Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai

Meliyana Raharjanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Raharjanti, Meliyana. 2016. Interferensi Berpikir yang Dialami Siswa pada Materi Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si., (II) Dr. Sri Mulyati, M.Pd.

 

Keywords: interferensi, perbandingan, senilai, berbalik nilai

Hasil penelitian pendahuluan mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa salah dalam menyelesaikan permasalahan perbandingan berbalik nilai. Siswa memahami permasalahan perbandingan berbalik nilai sebagai permasalahan senilai. Hal ini dikarenakan siswa mengalami kesulitan untuk mengingat perbedaan perbandingan senilai dan berbalik nilai karena kemiripan keduanya. Kesulitan ini mengakibatkan siswa mengalami gangguan berpikir saat dihadapkan pada permasalahan yang berkaitan dengan materi tersebut. Beberapa ahli menyoroti adanya gangguan berpikir saat mengingat beberapa objek yang memiliki kemiripan. Gangguan ini mereka sebut dengan interferensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan interferensi berpikir yang dialami siswa pada materi perbandingan senilai dan berbalik nilai.

Penelitian ini merupakan pendekatan penelitian kualitatif. Instrumen yang digunakan antara lain peneliti (sebagai instrumen utama), tes, dan pedoman wawancara yang sebelumnya telah divalidasi. Data yang dikumpulkan berupa data utama, yaitu hasil penyelesaian siswa dari tes yang diberikan, dan data pendukung, yaitu hasil wawancara sebagai tindak lanjut terhadap penyelesaian tes oleh siswa. Penelitian ini melibatkan 32 siswa SMP. Tes diberikan ke semua siswa tersebut. Hasil tes menunjukkan bahwa 22 siswa terindikasi mengalami interferensi berpikir dalam materi perbandingan senilai dan berbalik nilai. Siswa – siswa yang terindikasi interferensi tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan keserupaan penyelesaian yang digunakan menjadi 4 kelompok. Selanjutnya, peneliti memilih 1 siswa sebagai wakil setiap kelompok untuk diwawancarai dan dijadikan subyek penelitian dalam penelitian ini.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa siswa menginterpretasikan perbandingan berbalik nilai sebagai perbandingan senilai. Selain itu, siswa menganggap bahwa terdapat kemiripan antara perbandingan senilai dan berbalik nilai. Pada pembelajaran di sekolah, perbandingan senilai disajikan terlebih dahulu, dilanjutkan perbandingan berbalik nilai. Memori siswa berkaitan dengan perbandingan senilai lebih kuat atau lebih dominan daripada memori tentang perbandingan berbalik nilai. Sehingga ia menyelesaikan semua permasalahan perbandingan menggunakan prosedur perbandingan senilai. Interferensi yang dialami siswa ini disebabkan oleh occlusion dan ketidakefektifan kata kunci pemanggilan informasi. Penyebab occlusion terjadi ditunjukkan melalui materi perbandingan senilai yang lebih kuat atau mendominasi dalam memori siswa. Selain itu, masalah perbandingan senilai lebih akrab dengan kehidupan sehari – hari siswa. Ketidakefektifan kata kunci saat pemanggilan informasi terjadi karena siswa menggunakan satu kata kunci yang sama untuk memanggil informasi yang berkaitan dengan perbandingan senilai dan berbalik nilai.