DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa Kelas IXH SMP N 15 Malang

Sa'diya Nuraini

Abstrak


ABSTRAK

 

Nuraini, Sa’diya. 2016. Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa Kelas IXH SMP N 15 Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar IPS, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M. Pd, (2) Dr. Ach. Amirudin, M. Pd.

 

Kata Kunci: Problem Based Learning, Mind mapping, Berpikir Kritis, Berpikir Kreatif

Berdasarkan hasil observasi awal bahwa kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa masih rendah dilihat dari indikator kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sehingga diperlukan usaha untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif tersebut melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan mind mapping. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model PBL berbantuan mind mapping untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa kelas IXH SMP N 15 Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitiannya adalah siswa kelas IXH SMPN 15 Malang yang berjumlah 31 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data yang dikumpulkan berasal dari: 1) lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru dan siswa, 2) hasil tes berpikir kritis dan kreatif, 3) catatan lapangan, dan 5) dokumentasi.

 Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keterlaksanaan pembelajaran oleh guru pada siklus I sebesar 74,85% dengan kategori baik sedangkan siklus II sebesar 80,19% dengan kategori sangat baik. Persentase keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa pada siklus I sebesar 66,93% dengan kategori baik, sedangkan pada siklus II sebesar 72,56% dengan kategori baik. Persentase ketuntasan klasikal hasil tes kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I sebesar 70,97%, mengalami peningkatan sebesar 16,12% menjadi 87,09% pada siklus II. Sedangkan persentase ketercapaian klasikal hasil tes kemampuan berpikir kreatif siswa pada siklus I sebesar 25,81% dan meningkat sebesar 61,28% menjadi 87,09% pada siklus II.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL berbantuan mind mapping dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa kelas IXH SMPN 15 Malang. Saran dari penelitian ini adalah: 1) guru hendaknya memberikan waktu lebih banyak dan terus mengontrol hasil pekerjaan siswa terutama pada point indikator yang harus ada pada mind mapping, 2) guru hendaknya memberikan reward berupa nilai, agar siswa terpacu untuk aktif berdiskusi, 3) guru hendaknya menyampaikan pembagian tugas kelompok tentang siapa yang akan menjadi moderator, penyaji, dan notulen pada tahap pengembangan hasil karya, 4) guru hendaknya mengarahkan siswa untuk membuat jabaran point-point mind mapping dan kemudian dipelajari sebelum menyajikannya di depan kelas, 5) guru hendaknya menjelaskan secara rinci bagaimana menjabarkan point-point dalam mind mapping dan terus mengontrol sejauh mana kesulitan siswa dalam menuangkan point indikator pada mind mappingnya, 6) guru hendaknya  membimbing dan mengontrol hasil rumusan kesimpulan pada akhir pembelajaran.