DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Suplemen Bahan Ajar IPS Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak Kenyah dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

SUPIANI

Abstrak


ABSTRAK

 

Supiani. 2016. Pengembangan Suplemen Bahan Ajar IPS Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak Kenyah dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Tesis, Jurusan Pendidikan Dasar (IPS), Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, (2) Prof. Dr. F. Danardana Murwani, M.M.

 

Kata Kunci: Pengembangan, Suplemen bahan ajar, Kearifan lokal

Bahan ajar perlu dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Dalam pembelajaran IPS terdapat kendala berupa kurang tersedianya bahan ajar yang khusus mengkaji tentang pengelolaan lingkungan hidup, terutama yang membahas tentang nilai-nilai kearifan lokal. Pada umumnya bahan ajar yang dipakai tidak kontekstual dan masih berisi atau memuat materi umum serta masih bersifat sederhana. Akibatnya pengetahuan siswa yang bersumber dari lingkungan sekitar kurang mencukupi, sehingga perlu pengembangan bahan ajar yang berbasis kearifan lokal. Pemahaman tentang nilai-nilai kearifan lokal suku Dayak Kenyah dalam pengelolaan lingkungan yang dikembangkan dan dijadikan bahan pembelajaran IPS akan dapat menanamkan pengetahuan dan nilai-nilai peduli terhadap lingkungan hidup.

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan suplemen bahan ajar IPS tentang kearifan lokal suku Dayak Kenyah dalam pengelolaan lingkungan hidup. Suplemen bahan ajar dikembangkan dengan menerapkan model Thiagarajan atau 4-D. Tahapan pengembangan terdiri dari 4 tahap, namun dalam penelitian ini penulis hanya menggunakan 3 tahap, yaitu tahap Define, Design, dan Develop. Produk awal melewati tahap validasi oleh ahli materi, bahasa, dan desain pembelajaran. Selanjutnya, dilakukan tahap uji coba lapangan kepada 30 siswa SMP Negeri 32 Samarinda. 

Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan suplemen bahan ajar IPS berbasis kearifan lokal suku Dayak Kenyah. Produk yang telah dikembangkan divalidasi oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain pembelajaran masing-masing sebesar 94,44%, 75%, dan 76,56%. Hasil validasi secara keseluruhan mendapat persentase sebesar 82% dengan kriteria sangat layak untuk digunakan. Produk suplemen bahan ajar yang telah divalidasi selanjutnya dilakukan uji coba lapangan. Hasil uji coba lapangan pada siswa menunjukkan bahwa produk suplemen bahan ajar layak untuk digunakan dengan persentase 81,13 % termasuk dalam kriteria sangat layak.

Suplemen bahan ajar yang telah dihasilkan diharapkan dapat digunakan dalam pembelajaran. Saran pengembangan bagi peneliti yang lain sebaiknya (1) perlu pengembangan multimedia berupa animasi atau film, (2) dilakukan eksperimen atau PTK terhadap produk yang dihasilkan untuk mendapatkan hasil yang lebih berkualitas.