DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dengan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII SMP Nasional Banau Kota Ternate. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi IPS

SARTIKA TANGGUDA

Abstrak


ABSTRAK

 

Tangguda, Sartika, 2016. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dengan Pendekatan Kontekstual Untuk  Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII SMP Nasional Banau Kota Ternate. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi IPS. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si. (II) Dr. Sunaryanto, M.Ed

 

Kata Kunci :Group Investigation, pendekatan kontekstual, aktivitas, hasil belajar

Berdasarkan hasil observasi awal pada siswa kelas VII SMP Nasional Banau ditemukan pembelajaran yang dilakukan guru masih menggunakan pembelajaran yang bersifat konvensional (teacher centered) sehingga siswa beranggapan bahwa pembelajaran IPS membosankan, materi terlalu luas, kurang dalam bekerja kelompok, malas mengerjakan tugas dari guru. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa yang masih di bawah KKM. Solusi untuk memecahkan permasalahan pembelajaran di kelas tersebut dengan menggunakan model pembelajaran group investigation dengan pendekatan kontekstual.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi beberapa tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Proses penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus, untuk siklus pertama dilakukan sebanyak lima kali pertemuan sedangkan siklus kedua dilakukan sebanyak empat kali pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Nasional Banau Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, dengan subyek penelitian 22 siswa kelas VII tahun pelajaran 2015/2016. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa berupa skor pratindakan, siklus 1 dan siklus 2 serta ketuntasan klasikal pada masing-masing siklus. Analisis data dilakukan dengan membandingkan nilai pratindakan, siklus 1 dan siklus 2.

Temuan penelitian ini pada siklus satu menunjukkan bahwa lembar investigasi siswa belum diberikan alur pertanyaan sehingga siswa belum bisa berargumentasi dengan objek investigasi yang dimaksud, dari temuan tersebut peneliti melanjutkan pada siklus dua dengan perbaikan memberi panduan pertanyaan pada lembar investigasi yang membuat siswa sudah bisa berargumentasi tentang objek investigasi yang akan dilakukan sehingga pembelajaran IPS menjadi lebih efektif. Hasil penelitian mulai dari pratindakan, siklus 1 dan siklus 2 menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Nasional Banau. Peningkatan tersebut ditunjukkan pada kenaikan aktivitas yaitu 64,13% pada siklus1 dan 78,08% pada siklus 2, peningkatan tersebut juga ditunjukkan dengan hasil belajar 72,73%pada siklus 1 dan 90,91% pada siklus 2.

Dalam penerapan model pembelajaran group investigation peneliti menyarankan: (1) guru selalu mengoptimalkan agar dalam pembelajaran selalu berpusat pada siswa (student centered). (2) perlu memperhatikan kerja kelompok agar maksimal terutama dalam pembagian tugas dan mengoptimalkan waktu secara efektif agar pelaksanaan pembelajaran tercapai sesuai waktu yang ditentukan.