DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TSTS DAN ROUND ROBIN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN KUPANG 1 JABON

Fina Dwi Rosita Dewi

Abstrak


ABSTRAK

 

Dewi, Fina Dwi Rosita. 2016. Penerapan Model Pembelajaran TSTS dan Round Robin Untuk Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SDN Kupang 1 Jabon. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar. Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1) Prof. Dr. H. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si., 2) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si.

 

Kata Kunci: Two Stray Two Stay (TSTS), Round Robin, Keterampilan Berkomunikasi, Hasil Belajar, IPS, Pembelajaran Kooperatif, PTK.

Berdasarkan hasil observasi pendahuluan di kelas IV SDN Kupang 1 Jabon Kabupaten Sidoarjo, terdapat permasalahan dalam pembelajaran IPS, yaitu: (1) rendahnya keterampilan berkomunikasi siswa; (2) pembelajaran masih bersifat konvensional dan teacher centered; (3) rendahnya hasil belajar kognitif IPS. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran TSTS dan Round Robin. Model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berkomunikasi seperti keterampilan mengemukakan pendapat, menerima saran dari orang lain, bekerja sama. Siswa bukan lagi sebagai objek pembelajaran namun bisa berperan sebagai subjek atau tutor bagi teman sebayanya sehingga dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar IPS yang lebih maksimal.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan peningkatan keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Kupang 1 Jabon melalui penerapan model pembelajaran TSTS dan Round Robin. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang  terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 26 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan tes. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TSTS dan Round Robin dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa dan hasil belajar IPS. Pada siklus I, keterampilan berkomunikasi siswa dengan penerapan model pembelajaran TSTS dan Round Robin diperoleh 74,03% dan telah meningkat secara signifikan pada siklus II sebesar 81,34% . Selanjutnya, persentase pencapaian kognitif siswa dalam penerapan model pembelajaran TSTS dan Round Robin adalah 57,69% dari siklus I ke siklus II meningkat menjadi 88,46%. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran TSTS dan Round Robin dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar IPS siswa.

Berdasarkan temuan penelitian, pembahasan dan kesimpulan, disarankan agar:  (1) Bagi siswa, hasil penelitian dengan penerapan model TSTS dan Round Robin dapat menumbuhkan kekompakkan, kerjasama dalam berkelompok serta mampu menumbuhkan rasa empati dan simpati terhadap sesama teman; (2) Dalam menerapkan model TSTS dan Round Robin untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar, hendaknya guru terlebih dahulu mengelompokkan siswa dengan cara grouping.