DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Konseling Ringkas Berfokus Solusi Untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Babat, Lamongan

Galuh Prasetyoningrum

Abstrak


ABSTRAK

 

Prasetyoningrum, Galuh. 2016. Keefektifan Konseling Ringkas Berfokus Solusi Untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Babat, Lamongan. Tesis, Program Studi Bimbingan dan Konseling. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing:   (1) Dr. Carolina L. Radjah, M.Kes (2) Dr. IM Hambali, M.Pd

 

Kata Kunci: motivasi berprestasi, konseling ringkas berfokus solusi

Motivasi berprestasi adalah kecenderungan untuk berusaha sukses dan memilih keberhasilan atau kegagalan atas kegiatan yang berorientasi pada tujuan. Fenomena rendahnya motivasi berprestasi siswa yaitu siswa tidak memiliki tanggung jawab terhadap tugas, kurang tepat  menentukan sasaran, kurang memiliki inovasi dalam menyelesaikan tugas, dan tidak ada keinginan mendapatkan umpan balik terhadap kinerjanya. Permasalahan tersebut harus segera diatasi sehingga pendekatan konseling yang dipilih juga harus bersifat segera dan cepat. Konseling ringkas berfokus solusi adalah suatu model pendekatan yang membantu konseli dalam menyelesaikan permasalahnnya dengan menitikberatkan pada solusi dan langkah yang tepat berdasarkan kekuatan atau kemampuan dalam diri konseli. Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan konseling ringkas berfokus solusi untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Babat, Lamongan.

Rancangan penelitian eksperimen dengan desain single subject. Bentuk rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu A-B-A1, Baseline (A) - Intervensi (B) - Baseline (A1). Subjek penelitian adalah lima siswa kelas XI IPA 1 SMAN 1 Babat. Instrumen pengumpul data menggunakan skala motivasi berprestasi, pedoman observasi, dan pedoman wawancara.

Analisa data menggunakan analisis visual grafik. Hasil analisis visual grafik menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada fase intervensi (B) dan baseline (A1). Presentase data tumpang tindih setiap konseli adalah 0 %.  Hal ini berarti intervensi yang diberikan sangat efektif (< 10 %) sehingga dapat disimpulkan bahwa konseling ringkas berfokus solusi efektif untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa.

Saran untuk penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan multiple baseline, dan penambahan sesi pada fase baseline (A) dan fase baseline (A1). Konselor, menggunakan konseling ringkas berfokus solusi untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa, dalam memberikan konseling dengan siswa hendaknya ditempat yang nyaman serta tenang sehingga bisa fokus, dan memberikan pujian terhadap konseli terhadap kemajuan yang dicapai.