DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Citra Perempuan Islam dalamKaryaAsma Nadia

RINA LISTIA

Abstrak


ABSTRAK

 

Listia, Rina. 2016. Citra Perempuan Islam dalamKaryaAsma Nadia. Disertasi. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd.,  (II) Prof. Dr. Jumadi, M.Pd., (III) Dr. Roekhan, M.Pd.

 

Kata kunci: citra, perempuan Islam, karya Asma Nadia

Perempuan dalam Islam memiliki kedudukan yang tinggi dan mulia, kalaupun kemudian terdapat konstruksi sosial budaya patriarki yang menempatkan perempuan sebagai makhluk kedua yang tertindas dan terpinggirkan ditengah masyarakat, hal itu bertentangan dengan ajaran Islam karena adanya penafsiran agama yang lebih didominasi budaya partiarki yang disosialisasikan kemasyarakat. Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang citra perempuan Islam dalam karya Asma Nadia, dengan focus penelitian: (1) citra perempuan Islam sebagai hamba Allah SWT., (2) citra perempuan Islam dilihat dari peran domestik, dan (3) citra perempuan dilihat dari peran publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan sosiologi sastra untuk menggambarkan fenomena sosial yang menitik-beratkan pada gambaran tentang perempuan Islam. Sumber data penelitian adalah lima  novel karya Asma Nadia yang diambil berdasarkan keterwakilan novel dilihat dari konteks objek penelitian. Kelima novel yang dijadikan objek penelitian ini adalah (1) Sakinah Bersamamu, (2) Catatan Hati Seorang Istri, (3) Catatan Hati Ummi, (4) Assalammualaikum Beijing, dan (5) Surga Yang Tak Dirindukan. Data berupa kata, frasa, kalimat dan paragraf yang mengindikasikan citra perempuan Islam. Data dikumpulkan melalui: (1) pembacaan karya Asma Nadia untuk dijadikan sebagai sumber data secara intensif, dan (2) studi dokumentasi terhadap karya Asma Nadia dan dokumen pendukung. Teknik pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara ketekunan membaca naskah, diskusi dengan teman sejawat, dan pembimbing selama proses pembimbingan. Analisis data dilakukan dengan analisis hermeneutika Paul Recoeur yang bekerja dalam tiga tahap: (1) pemahaman semantik, (2) reflektif, dan (3) eksistensial

Temuan penelitian menunjukkan bahwa dari segi (1) citra perempuan Islam sebagai hamba Allah SWT, perempuan Islam telah mampu menyeimbangkan antara hubungan antara Allah atau hamblumminallah dengan hubungan sesama manusia atau hablumminannas, (2) citra perempuan Islam dilihat dari peran domistik, sebagai anak perempuan Islam sudah menunjukkan bagaimana (a) perannya sebagai seorang anak seperti: menghormati orang tuanya terutama ibunya, mematuhi semua perintah orang tua selama tidak melanggar syariat Islam, menyayangi orang tuanya. Oleh karena itu. Sudah seharusnya seorang anak dalam konteks ini perempuan Islam menyangi ibunya karena kasih ibu sepanjang jalan, diharapkan perempuan Islam yang sudah memahami bagaimana seharusnya memperlakukan orang tua, kasihnya juga selayaknya spanjang jalan, (b) peran sebagai seorang isteri, perempuan Islam memang harus mampu menjaga ketenangan pasangannya sehingga pasangan mampu melaksanakan tugasnya sebagai  kepalakeluarga, mampu menjadi sahabat buat pasangannya, mampu menjaga kehormatan suami atau rahasia keluarganya, dan mampu mengatur keuangan keluarga seberapapun yang diberikan oleh pasangannya, (c) peran sebagai ibu, seorang perempuan Islam memiliki peran yang sangat mulia ketika menjadi seorang ibu, karena dari ibu seorang anak dilahirkan dan didik dengan begitu baik hingga ia menjadi generasi penerus bangsa yang sangat mumpuni. (3) citra perempuan Islam dilihat dari peran publik. Perempuan Islam merupakan bagian dari sebuah masyarakat yang  mempunyai tanggungjawab terhadap lingkungan serta kondisi sosialnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Islam sudah berperan secara aktif di bidang pendidikan, ekonomi dan sosial. Sementara dalam bidang politik dan hukum, penulis novel tidak mengungkapkan secara ekplisit tentang kedua bidang tersebut, penulis lebih banyak menciptakan tokoh sebagai seorang penulis atau yang berhubungan dengan kepenulisan.

Dari hasil penelitian ini, disarankan kepada peneliti selanjutnya yang menaruh minat terhadap  citra perempuan Islam dalam karya Asma Nadia, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif perlu diadakan penelitian terhadap objek yang sama dengan  pendekatan yang berbeda. Kepada dosen sastra dan pengembang kurikulum, diharapkan  hasil penelitian ini dapat diamanfaatkan sebagai altentatif bahan ajar terutama dari  segi pendidikan nilai positif.