DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Adversity Quotient dan Entrepreneurial Self Efficacy Terhadap Intensi Berwirausaha Melalui Sikap Berwirausaha (Studi Pada Siswa SMK Jurusan Bisnis dan Manajemen se Kabupaten Jember)

Anang Haris Firmansyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Firmansyah, Anang Haris. 2015. Pengaruh Adversity Quotient dan Entrepreneurial Self-Efficacy Terhadap Intensi Berwirausaha Melalui Sikap Berwirausaha (Studi Pada Siswa SMK Jurusan Bisnis dan Manajemen Se Kabupaten Jember). Tesis. Program Studi S2 Pendidikan Bisnis dan Manajemen, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika R.W.W., M.A., M.Si; (II) Dr. Agus Hermawan, GradDipMgt., M.Si., MBus.

 

Kata Kunci: Adversity Quotient, Entrepreneurial Self-Efficacy, Sikap Berwirausaha, Intensi Berwirausaha, Siswa SMK Jurusan Bisnis dan Manajemen Se Kabupaten Jember.

Kewirausahaan merupakan mata diklat yang bermafaat bagi siswa, khususnya bagi siswa SMK. Upaya internalisasi kewirausahaan tersebut diperlukan dorongan  dari faktor psikologis siswa itu sendiri. Faktor psikologis yang dimaksud adalah adversity quotient, entrepreneurial self-efficacy, dan sikap berwirausaha. Berwirausaha bukan hanya tentang jual beli, namun akan ada beberapa resiko dan tantangan yang menghadang seorang wirausahawan. Untuk itu, perlu adanya kemampuan mengubah kesulitan menjadi kesempatan dan keyakinan akan kemampuan dirinya tersebut. Kemampuan dan keyakinan tersebut nantinya akan membentuk sikap yang dibutuhkan oleh wirausahawan ideal. Wirasuahawan ideal mengindikasikan bahwa dia telah memiliki intensi berwirausaha yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan langsung maupun tidak langsung antara adversity quotient, entrepreneurial self-efficacy, dan sikap berwirausaha terhadap intensi berwirausaha siswa SMK jurusan bisnis dan manajemen se Kabupaten Jember.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana peneliti menggunakan data untuk menjelaskan hubungan antara variabel-variabel penelitian melalui pengujian hipotesis. Populasi penelitian yang digunakan adalah siswa SMK jurusan bisnis dan manajemen dengan menggunakan lima SMK yang mewakili beberapa SMK di Kabupaten Jember sejumlah 1503 responden. Sampel dipilih berdasarkan proportionate stratified random sampling dan uji casewise diagnostic sehingga menghasilkan sampel sejumlah 311 responden.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mean adversity quotient, entrepreneurial self-efficacy, sikap berwirausaha, dan intensi berwirausaha siswa SMK jurusan bisnis dan manajemen tergolong efektif. Uji hipotesis juga memberi kesimpulan bahwa adversity quotient berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap sikap berwirausaha. Entrepreneurial self-efficacy berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap sikap berwirausaha. Adversity quotient berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha. Entrepreneurial self-efficacy berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha. Sikap berwirausaha berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha. Adversity quotient berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha melalui sikap berwirausaha. Entrepreneurial self-efficacy berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha melalui sikap berwirausaha.

Peneliti menyarankan kepada pihak sekolah, khususnya SMK jurusan bisnis dan manajemen se Kabupaten Jember untuk meningkatkan adversity quotient, entrepreneurial self-efficacy, dan sikap berwirausaha guna menguatkan intensi berwirausaha pada diri siswa. Selain itu, berikan mereka stimulus secara intensif melalui pembelajaran dan kegiatan pendukung yang dapat meningkatkan intensi berwirausaha. Kemudian, pihak sekolah juga perlu untuk memantau kegiatan siswa, baik selama masa pendidikan maupun ketika mereka sudah lulus. Untuk para siswa sendiri, disarankan untuk mengubah pola pikir bahwasanya menjadi pegawai negeri atau karyawan swasta bukanlah satu-satunya kegiatan penunjang ekonomi paling baik. Pola pikir seperti itu perlu dirubah ketika berwirausaha dapat memberikan kesejahteraan lebih baik. Selanjutnya kepada peneliti lain untuk menyesuaikan indikator yang digunakan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi variabel penelitian. Lalu, coba implementasikan penelitian tersebut dengan menggunakan siswa SMA yang memiliki muatan lokal kewirausahaan dalam kurikulumnya atau bahkan membandingkannya dengan kewirausahaan siswa SMK.