DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TALKING CHIPS DIPADU DENGAN QUICK ON THE DRAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS DI KELAS IV SDN GRUGU 02

Masikem .

Abstrak


ABSTRAK

 

Masikem. 2016. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Talking Chips Dipadu dengan Quick On The Draw untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS di Kelas IV SD Negeri Grugu 02. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar. Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1) Prof.Dr.H. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si. 2) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd.

 

Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Talking Chips, Quick on The Draw, Motivasi belajar, Hasil Belajar, Penelitian tindakan kelas

Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan di Kelas IV SD Negeri Grugu 02 Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap, terdapat permasalahan dalam pembelajaran IPS, yaitu pembelajaran berpusat pada guru, pembelajaran kurang mengaktifkan siswa, dan belum ada pemerataan kesempatan bicara. Hal ini menyebabkan motivasi dan hasil belajar siswa rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Talking Chips dan  Quick on The Draw. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) penerapan pembelajaran kooperatif tipe Talking Chips dipadu dengan Quick on The Draw, 2) meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pembelajaran kooperatif tipe Talking Chips dipadu dengan Quick on The Draw dan 3) meningkatkan hasil belajar IPS melalui pembelajaran kooperatif tipe Talking Chips dipadu dengan Quick on The Draw.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian siswa kelas IV SD Negeri Grugu 02 Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap yang berjumlah 19 orang siswa. Peneliti terlibat aktif mulai dari membuat rancangan penelitian, memantau, mencatat data, menganalisis data, hingga pelaporan hasil penelitian. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi kegiatan guru dan siswa, lembar angket motivasi, soal tes, catatan lapangan, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan langkah-langkah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa dan guru meningkat. Persentase keterlaksanaan oleh siswa pada siklus I 78,57% dengan kriteria cukup dan pada siklus II 88,10% termasuk kriteria baik. Sedangkan persentase keterlaksanaan guru mencapai 87,30% termasuk kriteria baik pada siklus I dan 90,48% termasuk kriteria sangat baik pada siklus II. Motivasi belajar siswa meningkat dari 75,41% dengan kriteria sedang pada siklus I dan 90,23% dengan kriteria tinggi pada siklus II. Terdapat peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan ketuntasan klasikal siswa dari pratindakan 36,84%, siklus I 73,68% dan siklus II 89,47%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe Talking Chips dipadu dengan Quick on The Draw mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Bagi guru SD yang lain, disarankan untuk menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Talking Chips dipadu dengan Quick on The Draw sebagai alternatif pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik siswa, cakupan materi, tujuan pembelajaran dan alokasi waktu sesuai dengan ketentuan kurikulum. Penerapan sebaiknya diawali dengan apersepsi yang menarik dan bervariasi sesuai karakteristik siswa agar siswa tidak merasa bosan sehingga siswa penasaran dan tertarik mengikuti seluruh proses pembelajaran. Selain itu guru harus selalu memberikan arahan dan memperhatikan jumlah siswa dalam satu kelompok. Bagi kepala sekolah penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam mengambil keputusan dalam meningkatkan profesionalisme guru. Bagi peneliti lain hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi dalam melakukan penelitian-penelitian sejenis di masa yang akan datang.