DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Paired Story Telling dan Rally Coach untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca di Kelas V SDN 1 Tamansari Kabupaten Banyumas

opsi rizky andaru

Abstrak


ABSTRAK

 

Andaru, Opsi Rizky. 2015. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Paired Story Telling dan Rally Coach untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca di Kelas V SDN 1 Tamansari Kabupaten Banyumas. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muhana Gipayana, M. Pd. (II) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M. Ed, M. Si.

 

Kata Kunci: Paired Story Telling, Rally Coach, Hasil Keterampilan Membaca.

Berdasarkan hasil pengamatan pada waktu pembelajaran di SDN 1 Tamansari Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas diketahui bahwa keterampilan membaca siswa masih rendah. Hal ini disebabkan karena: (1) Bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai mata pelajaran yang dianggap sepele dan kurang menarik bagi siswa, (2) siswa belum dibiasakan untuk memahami isi bacaan, (3) siswa mengalami kesulitan dalam merangkai kata-katanya sendiri, (4) Penggunaan bahasa daerah bagi siswa SDN 1 Tamansari Kabupaten Banyumas masih cukup dominan. Guru banyak mengalami kendala, yakni: (1) keterampilan membaca masih rendah, (2) hasil belajar masih rendah diketahui dari nilai rata-rata hasil belajar mencapai 67,78 dan tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang seharusnya mencapai nilai 70. Siswa kelas V SDN 1 Tamansari berjumlah 23 siswa, dari jumlah tersebut sebanyak 14 (60,87%) siswa memperoleh nilai di bawah KKM/tidak tuntas. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya perbaikan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Paired Story Telling dan Rally Coach sehingga dapat meningkatkan keterampilan membaca dan hasil belajar Bahasa Indonesia.

Pendekatan penelitian yang digunakan termasuk penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Peneliti sebagai observer dibantu oleh seorang guru kelas V SDN 1 Tamansari Kabupaten Banyumas sebagai pengajar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Tamansari Kabupaten Banyumas dengan subyek penelitian siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 berjumlah 23 orang yang terdiri atas laki-laki berjumlah 10 orang dan perempuan berjumlah 13 orang. Cara pengumpulan data menggunakan observasi, penilaian keterampilan membaca berdasarkan kriteria penilaian dalam PIRLS, tes hasil belajar, wawancara, dokumentasi, catatan lapangan. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan langkah-langkah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksaan pembelajaran oleh guru dan siswa meningkat. Pertama, persentase keterlaksanaan pembelajaran oleh guru pada siklus I sebesar 74,68% dengan kriteria baik dan pada siklus II sebesar 91,34% termasuk kriteria sangat baik. Sedangkan persentase keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa mencapai 78,57% termasuk kriteria baik pada siklus I dan 88,88% termasuk kriteria sangat baik pada siklus II. Kedua, persentase keterampilan membaca siswa meningkat dari 69,56% dengan kriteria cukup pada siklus I menjadi 91,30% dengan kriteria baik sekali pada siklus II. Ketiga, terdapat peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari persentase peningkatan ketuntasan  klasikal siswa dari pratindakan 39,13%, siklus I sebesar 73,91, dan siklus II sebesar 91,30. Hasil belajar untuk keterampilan membaca siswa jika dikategorikan ke dalam penilaian PIRLS maka akan terlihat peningkatan persentase klasikalnya. Kategori low pada siklus I sebesar 84,78% meningkat menjadi 86,95%, kategori intermediate sebesar 75,36% meningkat menjadi 81,15%, kategori high pada siklus I mencapai 55,07% meningkat pada siklus II menjadi 72,46%, dan kategori advanced pada siklus I mencapai 26,09% meningkat menjadi 36,00%.

Bagi guru SD yang lain, disarankan untuk menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Paired Story Telling dan Rally Coach sebagai alternatif pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik siswa. Kedua pembelajaran tersebut juga dapat digunakan pada materi-materi yang bersifat naratif maupun deskriptif. Penerapan sebaiknya mengunakan alat peraga yang menarik dan menggunakan teks yang sesuai dengan kriteria keterbacaan. Pembelajaran yang akan dilaksanakan juga sebaiknya didahului dengan penjelasan mengenai langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan. Guru dapat menggunakan kriteria penilaian yang terdapat dalam PIRLS untuk keterampilan membaca siswa. Teks yang digunakan dapat diukur keterbacaannya berdasarkan usia siswa dengan menggunakan formula SMOG.