DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model problem Solving Dipadukan Dengan Mind Mapping Untuk Meningkatkan Kemampuam Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPS (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas IV SDN 2 Sampiran Cirebon)

selly .

Abstrak


ABSTRAK

 

Selly. 2016. Penerapan Model problem Solving Dipadukan Dengan Mind Mapping Untuk Meningkatkan Kemampuam Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPS (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas IV SDN 2 Sampiran Cirebon). Tesis Program Studi Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr.Ach.Amirudin, M.Pd (II) Prof. Dr. Ruminiati, M.Si

 

Kata Kunci: Problem Solving, mind mapping, berpikir kritis, hasil belajar.

Berdasarkan hasil observasi awal di SDN 2 Sampiran Cirebon, siswa kurang diberikan kesempatan untuk aktif dalam pembelajarn. Siswa pada posisi sebagai pendengar, mencatat dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Hal ini menyebabkan siswa terbiasa menjadi siswa yang pasif dan hal itu berdampak pada kegiatan berpikir kritis dalam belajar kurang maksimal, sehingga hasil belajar juga rendah. Hal itu ditunjukkan oleh daftar nilai hasil ulangan harian IPS siswa yang tuntas dari 30 siswa hanya 16 yang tuntas. Salah satu penerapan pembelajaran yang dapat menigkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa adalah pembelajaran Problem Solving menggunakan mind mapping. Penerapan pembelajaran ini diawali dengan presentasi guru, belajar kelompok untuk menyelesaikan masalah, membuat mind map, presentasi kelompok, dan pemberian penghargaan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan pembelajaran problem solving dipadukan dengan mind mapping pada mata pelajaran IPS di kelas IV SDN 2 Sampiran Cirebon, (2) Meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran problem solving menggunakan mind mappping, (3) Meningkatkan hasil belajar siswa melalui pembelajaran pemecahan masalah menggunakan mind mapping.

Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 2 Sampiran yang berjumlah 30 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dalam setiap siklus terdiri dari 5 kali pertemuan, masing- masing pertemuan 2x 35 menit. Rancangan penelitian meliputi empat tahap, yaitu : (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan tindakan (3) Refleksi, (4) Evaluasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan  Januarai sampai Februari 2016. Kemampuan  berpikir kritis siswa diukur menggunakan tes essay dan lembar pengamatan. Hasil belajar siswa diukur menggunakan tes hasil belajar kognitif.

Hasil penelitian menunjukkan penerapan Problem Solving menggunakan peta konsep sesuai untuk diterapkan pada pembelajaran IPS dengan materi yang disesuaikan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatya kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan tes dari 3,1 siklus 1menjadi 3,75 siklus 2. Kemampuan berpikir kritis berdasarkan pengamatan dari 9,10 siklus 1 menjadi 12,33 siklus 2. Hasil belajar siswa meningkat dari 68,8 siklus 1 menjadi 81,06 siklus 2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model  problem solving dipadukan dengan penggunaan mind mapping dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN 2 Sampiran Cirebon.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disampaikan bahwa : (1) pelaksanaan pembelajaran problem solving dipadukan dengan mind mapping terdapat beberapa kendala diantaranya pengaturan waktu dan pembimbingan kegiatan pembelajaran oleh guru yang harus dipersiapkan dengan matang agar pembelajaran dapat berjalan sesuai rencana, (2) pembelajaran problem solving sebaiknya digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa khususnya pada pelajaran IPS yang sering berkaitan langsung dengan siswa untuk menyikapi permasalahan yang muncul disekitar kehidupan, (3) pembelajaran yang digunakan secara berkelompok dapat melatih kerjasama siswa dan menerima pebedaan pendapat, saling membantu, empati terhadap teman dan diharapkan terbiasa menyelesaikan permasalahan dengan bermusyawarah, (4) pembelajaran pemecahan masalah (Problem Solving) dapat dipadukan dengan strategi yang lain diseuaikan materi yang akan disampaikan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan hasil belajar siswa.