DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Guided InquirymelaluiPractice Rehearsal Pairsuntuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Kelas IV SDN 1 Baturetno Kabupaten Wonogiri.

PURWADI

Abstrak


ABSTRAK

 

Purwadi. 2016. Penerapan Model Guided InquirymelaluiPractice Rehearsal Pairsuntuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Kelas IV SDN 1 Baturetno Kabupaten Wonogiri. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd., (II) Dr. Muhardjito, M.S.

 

Kata kunci: guided inquiry, practice rehearsal pairs, aktivitas,dan hasil belajar

Berdasarkan observasi awal di kelas IV SDN 1 Baturetno Kabupaten Wonogiri, menunjukkan rendahnya aktivitas siswa dalam pembelajaran. Siswa pasif dalam tanya jawab dan kehiatan kelompok. Pelaksanaan pembelajaran didominasi guru. Dari dokumen hasil belajar juga terungkap hasil belajar IPArendah karena belum memenuhi KKM IPA yaitu >70. Rendahnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran berdampak pada rendahnya hasil belajar IPA. Permasalahan ini dapat diatasi dengan model pembelajaran yang memberikan kesempatan dan bimibingan kepada siswa untuk mencari dan menemukan konsep-konsep IPA melalui latihan praktek berpasangan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model guided inquiry melalui practice rehearsal pairsyang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA kelas IV SDN 1 Baturetno Kabupaten Wonogiri.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi tahapan-tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan bersamaan observasi, dan refleksi. Proses PTK dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Baturetno Kabupaten Wonogiri, dengan subjek penelitian 30 siswa kelas IV tahun pelajaran 2015/2016. Pengumpulan data diperoleh dari observasi pembelajaran, tes hasil belajar, catatan lapangan dan wawancara. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model guided inquiry melalui practice rehearsal pairs dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA kelas IV SDN 1 Baturetno Kabupaten Wonogiri. Siklus I aktivitas siswa aktif hanya 70,30% (17 siswa) dan pada siklus II meningkat mencapai 75,54%(25 siswa) dan telah memenuhi kriteria baik aktivitas penelitian. Hasil belajar siswa pada siklus I menunjukkan angka 73,33% (22 siswa) dan pada siklus II meningkat menjadi 83,33% (25 siswa) tuntas belajar.Analisis rata-rata kelas pada siklus I sebesar 75,07 dan siklus II 78,13. Berdasar hasil penelitian ini, dapat disimpulkan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa terjadi karena penerapanmodel guided inquiry melalui practice rehearsal pairs.

Disarankan guru SD dapat menerapkan model guided inquiry melalui practice rehearsal pairs sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran, aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Guru harus mengatur waktu dan mempersiapkan perangkat pembelajaran yang dibutuhkan dengan baik. Peneliti lanjutan dapat melakukan penelitian tindakan kelas pada kompetensi dasar yang berbeda dengan menggunakan model guided inquiry melalui practice rehearsal pairs.