DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Makna Pembelajaran Geografi Bagi Siswa Kelas XI yang Berprestasi di MAN I Malang dalam Perspektif Fenomenologi.

adita taufik widianto

Abstrak


ABSTRAK

 

Widianto, Adita Taufik. 2016. Makna Pembelajaran Geografi Bagi Siswa KelasXI  yang Berprestasi di MAN I Malang dalam Perspektif Fenomenologi. Tesis, Prodi Pendidikan Geografi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ach Fatchan, M.Pd, M.P.,(2) Dr. I Nyoman Ruja, S.U.

 

Kata Kunci:  Fenomenologi, Siswa, Prestasi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap makna pembelajaran geografi bagi siswa kelas XI yang berprestasi di MAN 1 Malang. Tujuan tersebut selanjutntya diterjemahkan ke dalam dua fokus penelitian yakni: (1)  bagaimana bentuk motif sebab yang melatarbelakangi siswa/siswi kelas XI MAN 1 Malang dalam mencapai prestasi  pada mata pelajaran geografi?; (2) bagaimana bentuk motif tujuan/keinginan yang membuat siswa/siswi kelas XI MAN 1 Malang mau berusaha untuk mencapai prestasi? Hal ini didasari bahwa prestasi merupakan suatu hasil yang tidak semua siswa dapat mencapainya. Dengan demikian, akan selalu ada proses reflektif unik pada siswa yang beprestasi tersebut sampai kemudian mau melakukan berbagai tindakan yang mengantarkannya pada capaian prestasi dalam bidang geografi.

Penelitian ini menggunakan perspektif fenomenologi Alfred Schutz. Hal ini didasari bahwa Schutz-lah yang membuat fenomenologi menjadi mungkin untuk dijadikan jembatan konseptual antara fenomenologi yang dulunya erat dengan kajian filsafat sosial dan psikologi dengan ilmu sosial secara lebih riil. Schutz dianggap berhasil membuat pemikiran pendahulunya, Husserl, yang dianggap abstrak tidak berkesudahan menjadi lebih mudah dipahami dengan ikut memasukan verstehen milik Weber di dalamnya. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan prinsip-prinsip dalam neuro linguistik programming (NLP) sebagai model komunikasi untuk membuat proses penelitian menjadi lebih lancar. Hal ini dilakukan karena NLP dan fenomenologi memiliki kesamaan, yakni mengkaji struktur pengalaman. Perbedaannya hanyalah NLP menelusuri pengalaman dengan memahami manual brain, sedang fenomenologi melalui pengamatan yang tekun. Maka, menyisipkan berbagai teknik penelusuran pengalaman dalam NLP dapat mempermudah proses penelitian fenomenologi ini.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif sebab (because motive) dari siswa yang berprestasi banyak dipengaruhi struktur pengalaman. Adapun yang menjadi motif sebab dalam proses tercapainya prestasi pada siswa antara lain: (1) senang pada mata pelajaran geografi, (2) adanya kesadaran terhadap  pentingnya berprestasi, (3) senang dengan kepribadian guru, (4) geografi mudah dipahami oleh siswa, (5) menjadikan belajar geografi sebagai bagian dari ibadah. Selanjutnya, motif tujuan (in order to motive) pada siswa yang berprestasi yaitu: (1) agar memeroleh  nilai yang baik pada mata pelajaran ilmu sosial secara keseluruhan (2) membuat orang tua senang dengan nilai yang baik sehingga tidak kecewa pada siswa.