DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X IPA 6 SMAK SANTO ALBERTUS MALANG

FLAVIA AURELIA HIDAJAT

Abstrak


ABSTRAK

 

Hidajat, Flavia Aurelia. 2016. Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Kelas X IPA-6 SMAK Santo Albertus Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. I Nengah Parta, S.Pd, M.Si, (II) Dr. Makbul Muksar, M.Si.

 

Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Group Investigation, Berpikir Kritis

Berdasarkan hasil observasi awal di SMAK Santo Albertus Malang, terdapat permasalahan dalam proses pembelajaran dan bahan ajar yang digunakan di kelas X IPA 6 SMAK Santo Albertus Malang. Permasalahan tersebut adalah (a) guru hanya memberikan rumus, contoh penggunaan rumus, serta meminta siswa untuk mengerjakan soal dan menuliskannya di papan tulis, (b) bahan ajar yang digunakan berupa LKS yang berisi beberapa rumus dan contoh penggunaan rumus.Selain itu, hasil wawancara dengan guru menyatakan bahwa pembelajaran masih menggunakan metode ceramah. Hasil refleksi siswa juga menyatakan bahwa mereka selalu mendapat rumus-rumus cepat untuk memudahkan penyelesaian masalah. Permasalahan tersebut menyebabkan siswa hanya menghafal dan belajar secara prosedural, sehingga pembelajaran di kelas belum membangun berpikir kritis siswa.

Berdasarkan permasalahan diatas, diperlukan upaya untuk membangun dan meningkatkan berpikir kritis siswa dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran yang dapat meningkatkan berpikir kritis siswa adalah pembelajaran kooperatif tipe group investigation. Pembelajaran kooperatif tipe group investigation merupakan suatu pembelajaran yang dilakukan siswa dalam kelompok kecil secara heterogen untuk menginvestigasi suatu topik tertentu serta memberikan kesempatan pada siswa untuk berdiskusi dan berpikir kritis dengan teman kelompoknya. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2015/ 2016. Prosedur penelitian ini mengadaptasi model PTK Kurt Lewin yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.

Data dalam penelitian ini berupa: (a) data kuantitatif yang berasal dari hasil validasi perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian, hasil observasi, serta hasil tes; dan (b) data kualitatif yang berasal dari hasil refleksi siswa. Data tersebut dikumpulkan dan kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kuatitatif dan kualitatif. Teknik analisis data kuatitatif berupa pengolahan data dengan menggunakan rumus dan teknik analisis data kualitatif berupa deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe group investigationyang dapat meningkatkan berpikir kritis siswa adalah pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok kecil yang heterogen dengan melaksanakan keenam tahapan group investigation.Keenam tahap group investigation terdiri dari membentuk kelompok dan menetapkan tugas belajar, merencanakan tugas belajar, melaksanakan investigasi, menyiapkan laporan akhir, mempresentasikan laporan akhir, dan mengevaluasi. Hal tersebut juga ditunjukkan dari peningkatan semua aspek penilaian, yaitu: (a) akumulasi hasil LKS dan tes akhir pada siklus I menunjukkan bahwa 66.67 % siswa memperoleh nilai minimal 75 dan kemudian meningkat pada siklus II sebesar 97.22 % siswa yang memperoleh nilai minimal 75, (b) hasil observasi aktivitas guru pada siklus I yang mencapai 2.31 dengan kategori Baik dan siklus II mencapai 2.79 dengan kategori Baik, (c) hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yang mencapai 2.24 dengan kategori Baik dan siklus II mencapai 2.76 dengan kategori Baik. Peningkatan berpikir kritis siswa dari siklus I ke siklus II juga di dukung dari hasil refleksi siswa yang menunjukkan bahwa berkurangnya kesulitan siswa dalam berpikir kritis pada pelaksanaan pembelajaran dari siklus I ke siklus II.

Hasil penelitian ini dapat: (1) memberikan alternatif model pembelajaran kepada guru, (2) memberikan pertimbangan mengenai ketersediaan waktu yang cukup banyak untuk kegiatan pembelajaran dan kesiapan guru dalam pembelajaran.