DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Geografi Pariwisata dengan Project Based Learning untuk Materi Ekowisata Pesisir dan Laut di Program Studi S1 Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang

MOH SYAFIUDIN

Abstrak


ABSTRAK

 

Syafiudin, Moh. 2016. Pengembangan Modul Geografi Pariwisata dengan Project Based Learning untuk Materi Ekowisata Pesisir dan Laut di Program Studi S1 Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Tesis. Jurusan Pendidikan Geografi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M. Pd  (II) Drs. I Komang Astina, M.S, Ph. D.

 

Kata Kunci: modul geografi pariwisata, project based learning, ekowisata pesisir dan laut.

Geografi pariwisata merupakan salah satu matakuliah yang wajib ditempuh mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Hasil wawancara dengan mahasiswa yang sudah menempuh matakuliah Geografi Pariwisata bahwa diperlukan pembelajaran di luar kelas agar tidak jenuh. Mahasiswa belum bisa memahami keterkaitan pariwisata dengan lingkungan secara nyata dan menyeluruh. Mahasiswa merasa kesulitan untuk belajar mandiri. Kondisi tersebut disebabkan keterbatasan bahan ajar yang tersedia. Berdasarkan kondisi tersebut perlu mengembangkan modul geografi pariwisata dengan project based learning untuk materi ekowisata pesisir dan laut sebagai modul suplemen.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul geografi pariwisata project based learning untuk materi ekowisata pesisir dan laut pada matakuliah Geografi Pariwisata Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Pengembangan modul menggunakan langkah-langkah Borg & Gall yang telah disederhanakan. Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan yang terdiri analisis kurikulum dan analisis kebutuhan menunjukkan bahwa modul geografi pariwisata project based learning untuk materi ekowisata pesisir dan laut perlu dikembangkan.

Hasil validasi ahli dinyatakan bahwa modul sangat layak digunakan untuk proses pembelajaran dengan nilai 86%. Setelah uji coba kelompok kecil dan besar diperoleh fakta sebagai berikut: 1) diperlukan revisi bahasa pada aspek kesalahan ketik, struktur kalimat, dan penggunaan tanda baca. 2) hasil tes pemahaman menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memahami modul, dengan nilai mayoritas 85-100. 3) Hasil angket tanggapan mahasiswa disimpulkan bahwa modul layak digunakan untuk proses pembelajaran dengan nilai 78% pada uji coba kelompok kecil dan 80% pada uji coba kelompok besar.

Keunggulan modul ini adalah: (1) contoh pembelajaran proyek dari hasil penelitian, (2) meningkatkan pemahaman dan pembelajaran lebih bermakna, (3) menumbuhkan ide kreatif mahasiswa, (4) prosedur pembelajaran disusun secara sistematis, (5) modul disusun secara praktis. Kelemahan modul ini adalah: (1) materi yang dikembangkan hanya ekowisata pesisir dan laut. (2) pelaksanaan pembelajaran membutuhkan waktu di luar tatap muka perkuliahan.