DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mencapai SMK Bertaraf Internasional (Studi Multikasus di SMKN 1 Palu dan SMKN 3 Palu). (Tesis)

Mahfud M. Gamar

Abstrak


Keberhasilan sekolah menengah kejuruan dalam mencapai sekolah bertaraf internasional tidak lepas dari peran kepala sekolah sebagai pemimpin. Keberhasilan SMKN 1 Palu dan SMKN 3 Palu dalam usaha mencapai SMK Bertaraf Internasional merupakan faktor kepemimpinan kepala sekolah. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala sekolah dalam mencapai SMK Bertaraf Internasional, penelitian ini difokuskan pada: (1) kepemimpinan kepala sekolah dalam mengubah pola pikir warga sekolah mencapai SMK Bertaraf Internasional, yang terdiri dari melakukan sosialisasi, membangun komitmen seluruh warga sekolah, menumbuhkan kesadaran warga sekolah, memberi contoh teladan, memberi motivasi terhadap warga sekolah, dan (2) kepemimpinan kepala sekolah dalam mempercepat tercapainya SMK Bertaraf Internasional, yang mencakup membentuk tim SMKRSBI, merumuskan visi ke depan, pembenahan kurikulum dan model pembelajaran, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pembenahan manajemen, perbaikan sarana dan prasarana, menjalin kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI), dan pendanaan sekolah.

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan berbagai hal berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah dalam mencapai SMK Bertaraf Internasional. Adapun tujuan penelitian ini adalah:  (1) untuk mendeskripsikan kepemimpinan kepala sekolah SMK Negeri 1 Palu dan SMK Negeri 3 Palu mengubah pola pikir warga sekolah dalam mencapai SMK Bertaraf Internasional,(2) untuk mendeskripsikan kepemimpinan kepala sekolah dalam mempercepat tercapainya SMK Bertaraf Internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan multi kasus, karena dua kasus penelitian dengan latar yang berbeda. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan tiga cara, yakni: (1) wawancara mendalam, (2) observasi berperan serta pasif, (3) studi dokumentasi. Pemilihan informan menggunakan teknik snowball sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif, dengan alur: (a) reduksi data, (b) penyajian data, (c) penarikan kesimpulan, (d) analisis data kasus individu, (e) analisis data lintas kasus. Agar memperoleh keabsahan data dilakukan dengan empat kriteria, yaitu; (1) kredibilitas, (2) transferbilitas, (3) dependenitas, dan (4) komfirmabilitas

Dari hasil paparan data penelitian ini ditemukan: Kasus SMKN 1 Palu dan SMKN 3 Palu merupakan Sekolah Bertaraf Internasional fase rintisan yang memiliki: (1) kepemimpinan kepala sekolah merubah pola pikir warga sekolah dalam mencapai SMK Bertaraf Internasional dengan melakukan; (a) sosialisasi, sosialisasi dilakukan terhadap interen dan eksteren sekolah, (b) membangun komitmen bersama, kepala sekolah membangun komitmen bersama guru-guru dan tenaga administrasi, komitmen dengan pemerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan Nasional, komitmen dengan komite dan orang tua murid serta komitmen dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri, (c)  menumbuhkan kesadaran, untuk mengubah polah pikir warga sekolah sehingga mau melakukan perubahan,  kepala sekolah berusaha menumbuhkan kesadaran guru-guru, pegawai dan siswa bahwa sekolahnya adalah SMKRSBI yang tentunya tidak sama dengan sekolah-sekolah lainnya, (d) memberi contoh teladan dengan mencontohkan keteladanan kepada warga sekolah berupa kedisiplinan, tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas, dan pengabdian terhadap sekolah, (e) memberikan motivasi terhadap warga sekolah, kepala sekolah  melakukannya dalam bentuk penghargaan yang diberikan kepada guru-guru, tenaga administrasi bahkan satpam yang berprestasi, mendorong agar warga sekolah untuk mengembangkan diri melalui kegiatan seminar, training, pelatihan, diklat, dan meningkatkan kualifikasi pendidikan, dan (2) kepemimpinan kepala sekolah mempercepat tercapainya SMK Bertaraf Internasional dengan melakukan; (a) membentuk tim SMK RSBI, (b) merumuskan visi ke depan, (c) pembenahan kurikulum dan model pembelajaran, (d) meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), (e) pembenahan manajemen, (f) perbaikan sarana dan prasarana, (g) menjalin kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI), (h) pendanaan sekolah.

Kesimpulan penelitian ini adalah; (1) upaya kepala sekolah merubah pola pikir warga sekolah dalam mencapai SMK Bertaraf Internasional dilakukan dengan cara : (a) melakukan sosialisasi, (b) membangun komitmen  warga sekolah, (c) menumbuhkan kesadaran dalam diri warga sekolah, (d) memberi contoh teladan, dan (e) memberi motivasi; (2) kepemimpinan kepala sekolah dalam mempercepat tercapainya SMK Bertaraf Internasional dilakukan dengan cara: (a) membentuk tim kerja SMK RSBI, (b) merumuskan visi kedepan, (c) pembenahan kurikulum dan model pembelajaran, (d) meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), (e) pembenahan manajemen, (f) perbaikan sarana dan prasarana, (g) menjalin kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI), dan (h) pendanaan sekolah.

Penelitian ini memberikan beberapa saran. Pertama, bagi sekolah yang diteliti disarankan: (a) kepala sekolah senantiasa berusaha semaksimal mungkin merubah pola pikir warga sekolah dan senantiasa membangun komitmen bersama dengan seluruh warga sekolah dalam mewujudkan visi dan misi sekolah, (b) memotivasi seluruh warga sekolah untuk mengembangkan potensi dirinya melalui kegiatan pelatihan-pelatihan, khursus-kursus dan melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, khususnya bagi guru dan tenaga kependidikan. Kedua,untuk kepala-kepala pada yayasan dan sekolah-sekolah lain, penelitian ini dapat dijadikan bahan keilmuan dalam rangka mengubah pola pikir warga sekolahnya untuk mencapai sekolah bertaraf internasional dan melakukan upaya-upaya untuk mempercepat tercapainya sekolah bertaraf internasional di sekolahnya. Ketiga, Dinas Pendidikan kota Palu sebagai bagian dari pemerintah, dapat memberikan: (a) kemudahan bagi pihak sekolah untuk melakukan hubungan kerja sama dengan semua pihak termasuk Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) dalam rangka memajukan sekolah, (b) bantuan dana untuk pembiayaan sarana dan prasarana untuk penyelenggaraan sekolah serta peningkatan Sumber Daya Manusia sehingga upaya sekolah mencapai sekolah bertaraf internasional tercapai. Keempat, bagi peneliti selanjutnya dapat menjadikan penelitian ini sebagi bahan keilmuan untuk mengetahui kepemimpinan kepala sekolah dalam upaya mencapai  SMK Bertaraf Internasional dan disarankan untuk melanjutkan penelitian ini pada beberapa aspek yang belum dikemukakan dalam tulisan ini.


Teks Penuh: DOC PDF