DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perilakudan Pendidikan Ekonomi InformalBerwawasan Lingkungan Pada Pengusaha Sutera di Kabupaten Wajo

INANNA INANNA

Abstrak


ABSTRAK

 

Untuk mewujudkan industri sutera yang berkelanjutan dan mempersiapkan anak menjadi pelaku usaha di masa kini dan masa mendatang, maka pengusaha sutera perlu mengembangkan pola perilaku ekonomi yang berwawasan lingkungan dan membekali anak sejak dini dengan penanaman sikap dan pembiasaan perilaku yang ramah lingkungan melalui pendidikan ekonomi informal, agar terbentuk karakter sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku ekonomi yang berwawasan lingkungan. Upaya mengetahui berbagai kondisi riil perilaku ekonomi pengusaha sutera yang berwawasan lingkungan, dan proses pendidikan ekonomi berwawasan lingkungan dalam keluarga pengusaha sutera, merupakan kajian menarik yang memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan pendidikan ekonomi.

Penelitian dilakukan pada dua lokasi yaitu di kecamatan Sabbangparu dan kecamatan Tanasitolo kabupaten Wajo. Pemilihan informan dilakukan dengan purposive sampling dan snowball sampling.Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu teknik observasi, observasi partisipasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data menggunakan empat alur kegiatan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan menggunakan empat kriteria yaitu uji derajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian.

Hasil penelitian menemukan bahwa tingkat pendidikan dan pengalaman mempengaruhi pemahaman dan sikap pengusaha sutera tentang pengelolaan usaha yang berwawasan lingkungan. Pengusaha sutera memahami pengelolaan usaha sutera yang berwawasan lingkungan terkait dengan pengolahan limbah dan penggunaan sumberdaya secara efisien. Pengusaha kecil dan menengah sutera telah melaksanakan sebagian tahapan produksi bersih sebagai upaya mewujudkan pengelolaan usaha sutera yang berwawasan lingkungan. Pendidikan ekonomi informal berwawasan lingkungan dapat diberikan pada anak sejak dinimelalui proses pembiasaan, keteladanan dan contoh nyata aktivitas ekonomi pengusaha sutera dalam pengelolaan usaha sutera yang berwawasan lingkungan. Beberapa program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah kabupaten Wajo untuk mendukung pengembangan industri sutera yang berwawasan lingkungan adalah melakukan pelatihan pewarna alami bekerjasama dengan tim proyek JICA (Japan International Cooperative Agency), memberikan bantuan peralatan untuk pengolahan limbah pupa ulat sutera, dan membangun Instalasi Pembuangan Air Limbah.

Berdasarkan hasil penelitian, ada 3 saran yang dapat disampaikan, yaitu:1) untuk memperkuat produk lokal, maka pengusaha sutera perlu memperluas jaringan, membangun komunikasi dan interaksi melalui kemitraan dengan sesama pengusaha,pemerintah dan perguruan tinggi, serta memaksimalkan keikutsertaannya dalam kegiatan sosialisasi, pendidikan dan pelatihan yang terkait dengan pengembangan industri sutera yang berkelanjutan, 2) Pendidikan ekonomi informal berwawasan lingkungan perlu terus ditanamkan sejak dini, untuk membentuk karakter SDM yang berwawasan lingkungan, 3)Menghadapi tantangan dan peluang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), maka pemerintah daerah di kabupaten Wajo perlu melakukan penguatan industri lokal dengan meningkatkan akses pasar sutera di dalam negeri maupun luar negeri danmenyusun dokumen kebijakan pengembangan industri sutera ramah lingkungan dengan potensi unggulan sutera berpewarna alami.