DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PengembanganPembelajaranEkonomi Berkarakter Eco-culture Dalam Perspektif Ekonomi Pancasila

RAHMATULLAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Karakter eco-culture atau budaya peduli lingkungan berdasarkan nilai-nilai Pancasila, penting untuk diinteralisasikan sebagai salah satu inovasi dalam pembelajaran ekonomi, khususnya pada sekolah menengah atas. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kekurangan literatur pembelajaran ekonomi yang  berwawasan lingkungan dan sesuai dengan jati diri bangsa.  selain itu, munculnya paradigma eco-culture ini didasari oleh perilaku atau kebiasaan ekonomi manusia yang  cenderung menimbulkan kerusakan atau pencemaran lingkungan sehingga berakibat pada munculnya berbagai permasalahan lingkungan, seperti pemanasan global,  kepunahan berbagai spesies dari ekosistem, pencemaran atau polusi lingkungan, dan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi yang  berlebihan dari perilaku ekonomi manusia. Perilaku atau kebiasan tersebut merupakan wujud dari pengetahuan dan cara berpikir dari pengalaman pendidikan masa lalu, yang  cenderung mengabaikan keberlanjutan ekologi, sosial, maupun ekonomi

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran ekonomi berkarakter eco-culture dalam perspektif ekonomi Pancasila, yang meliputi silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP),  materi pembelajaran, LKS, dan penilaian hasil belajar. Prosedur Pengembangan dilakukan dengan mengacu pada model pendekatan sistem menurut Dick & Carey. Produk yang dikembangkan divalidasi oleh ahli disain, ahli materi, dan praktisi kemudian dilakukan uji coba pada siswa dengan menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Nilai-nilai eco-culture dalam perspektif ekonomi Pancasila yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi; rasa syukur, rasa memiliki, jujur, saling menghormati, kasih sayang, kepedulian sosial, kebersamaan, cintatanah air, gotong royong, bertanggung jawab, tidak memaksakan kehendak, makmur berkeadilan, kekeluargaan, dan kemandirian. Setelah produk dikembangkan maka dilakukan ujicoba atau penilaian oleh; (1) Ahli desain pembelajaran dengan kriteria penilaian cukup baik; (2) Ahli materi pembelajaran dengan kriteria penilaian baik; (3) Praktisi/Guru ekonomi dengan kriteria penilaian Sangat baik; (4) Tanggapan dan hasil belajar siswa dengan kriteria penilaian sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran ekonomi berkarakter eco-culture dalam perspektif ekonomi Pancasila layak dan efektif untuk diimplementasikan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran ekonomi, khususnya di sekolah menengah atas.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan ini, maka perlu disarankan hal-hal sebagai berikut: (1) Siswa diharapkan dapat mengaplikasikan nilai-nilai peduli lingkungan yang sesuai dengan budaya bangsa, melalui perilaku ekonomi dalam kehidupan sehari-hari; (2) Guru dapat menggunakan paket pembelajaran ekonomi berkarakter eco-culture dalam perspektif ekonomi pancasila, sebagai salah satu alternative literature dalam pembelajaran ekonomi, dan disesuaikan dengan materi ekonomi yang diajarkan dalam proses belajar mengajar. Hal terpenting adalah terbentuknya keteladanan sikapdan perilaku ekonomi guru sehinga dapat di tularkan khususnya kepada siswa dan masyarakat pada umumnya; (3) Perlu dilakukan sosialisasi kepada guru ekonomi, dengan melibatkan organisasi guru seperti Asosiasi Guru Ekonomi Indonesia (AGEI) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) ekonomi, serta melibatkan perguruan tinggi yang memiliki jurusan atau program studi pendidikan ekonomi. Sosialisasi dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan seminar, diskusi ilmiah, maupun pemutaran film tentang perlunya kelestarian lingkungan; (4) Perlu mengimplementasika karakter eco-culture pada anak sejak dini baik melalui pendidikan formal maupun pendidikan informal dengan konsep family eco-culture.