DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Bercirikan Pendekatan Kontekstual pada Kurikulum 2013 di Kelas VII SMPN 13 Banjarmasin.

MITRA PRAMITA

Abstrak


ABSTRAK

 

Pramita, Mitra. 2016.Pengembangan Perangkat Pembelajaran Bercirikan Pendekatan Kontekstual pada Kurikulum 2013 di Kelas VII SMPN 13 Banjarmasin. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Mulyati, M.Pd(II) Dr. Hery Susanto, M.Si

 

Kata Kunci : perangkat pembelajaran, pendekan kontekstual, kurikulum 2013

Penelitian pengembangan perangkatpembelajaran dilakukan dalam rangka mengatasi permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Latar belakang dilakukannya penelitian pengembangan perangkatpembelajaran ini karena adanya masalah yang dihadapi oleh siswa kelas VII SMPN 13Banjarmasin. Kesulitan yang mereka hadapi adalahkurangnya perangkat pembelajaran yang menggunakankurikulum 2013.Perangkat pembelajaran merupakan salah satu penentu keberhasilan guru dalam proses pembelajaran.Perangkat pembelajaran yang dimaksud dalam penelitian ini berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kerja Siswa (LKS).

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika bercirikan pendekatan kontekstual pada materi aritmetika sosial untuk siswa kelas VII SMPN 13 Banjarmasin yang valid, praktis, dan efektif.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian model pengembangan Plomp (2010) yang terdiri atas 3 fase yaitu: (i) Penelitian Awal (Preliminary Research), (ii) Fase Pengembangan (Prototyping Phase), dan (iii) Fase Penilaian (Assessment Phase). Pada penelitian awal (preliminary research)kegiatan yang dilakukan yaitu mengkaji kondisi pebelajaran, mengkaji silabus dan kurikulum, mengamati dan menganalisis siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Fase pengembangan (prototyping phase)yaitu merancangLKS dan RPP beserta instrumen penelitian yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Fase penilaian (assessment phase) yaitu kevalidan suatu produk dinilai oleh para ahli dan praktisi minimal berada dalam katagori valid, kepraktisan dinilai dari aktivitas guru minimal aktif dan keterlaksanaan LKS minimal baik, selanjutnya keefektifan dinilai dari ketuntasan siswa secara klasikal minimal 80% dengan nilai minimal 72, aktivitas siswa minimal aktif, dan respon siswa positif.Kegiatan analisis data digunakan untuk menilai apakah perangkat yang dikembangkan tersebut telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif.

Hasil validasi perangkat yang dilakukan oleh tiga validator menunjukkan rata-rata nilai untuk RPPsebesar 3,40; LKS sebesar 3,36; lembar penilaian aktivitas guru dan siswa masing-masing sebesar 3,47 dan 3,57; lembar keterlaksanaan LKS sebesar 3,42;lembar Tes Penguasaan Hasil Belajar (TPHB) sebesar 3,41; serta angket respon siswa sebesar 3,45. Hasil observasi keterlaksanaan LKS menunjukkan kriteria baik dan hasil observasi aktivitas guru yang menunjukkan kriteria aktif. Ini berarti bahwa perangkat yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kepraktisan. Hasil nilai TPHB siswa menunjukkan bahwa 86,67% siswa tuntas; hasil observasi aktivitas siswa menunjukkan kriteria aktif; dan hasil respon siswa menunjukkan kriteria positif. Ketiga hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat telah memenuhi kriteria efektif.

Perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan berdasarkan dari hasil analisis tersebut dapat dikatakan bahwa perangkat pembelajaran bercirikan pendekatan kontekstual ini dapat digunakan untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi guru pada materi aritmetika sosial kelas VII SMP karena telah memenuhi tiga kriteria, yaitu valid, praktis dan efektif.

 

ABSTRACT

 

Pramita, Mitra. 2016. The Development of Instructional PackageCharacterized by Contextual Approach on the 2013 Curriculumat theSeventh Grade of SMPN 13 Banjarmasin. Thesis, Mathematics Education Graduate Program State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Sri Mulyati, M. Pd (II) Dr. Hery Susanto, M.Si

 

Keywords: instructional design, contextual approach, 2013 curriculum

Research and development of instructional design was done in order to overcome problems occur in learning process. This research was conducted because of problems faced by seventh grade students of SMPN 13 Banjarmasin. The difficulty was lack of instructional design that used 2013 curriculum. Instructional design determines teacher’s successful in learning process.  Instructional designs we talk in this research are Lesson Plan and Student’s Worksheet.

The aimed of this research to develop mathematic instructional design based on contextual approach on social arithmetic subject at seventh grade students of SMPN 13 Banjarmasin.   This research was conducted by using research design development from Plomp (2010) which stands for three phases; (i) Preliminary Research, (ii) Prototyping Phase, and (iii) Assessment Phase. The activity on preliminary research is to examine syllabus and curriculum, to observe and analyze students in learning activity. Prototyping phase is to plan student’s worksheet, lesson plan and also any instruments that related to the objectives. Assessment phase is about validity of a product which rated by experts and practitioners with at least in valid categorize, practicality rated from teacher’s activity at least in active category and the feasibility of student’s worksheet at least in good category, then the effectiveness rated from completeness students classically at leas 80% with minimum score at least 72, students’ activity at least in active category, and students’ response is positive.  Analyzing data was used either the instructional design development had fulfilled criteria of validity, practically, effectively.

Validation result which has been done by three validators showed average score for lesson plan is 3.40, student worksheet is 3.36; assessment sheet of teacher’s activity and student’s activity are 3.47 and 3,57; feasibility worksheet is 3.42, mastery learning  sheet is 3.41; also questionnaire about student’s response is 3.45. The result of feasibility student worksheet observation showed good criteria and the result of teacher’s activity observation showed active criteria. It meant that the instructional design had already fulfilled criteria of practically.  The result of student’s mastery learning sheetsshowed that 86,67% of students had passed; the result of student’s activity observation showed active criteria; and the result of student’s response showed positive criteria. From those three results, it could be concluded that the instructional design had already fulfilled the criteria effectivity.

Instructional design had already developed based on these analyze and it can be said that this design can be used to overcome problem that teacher have in social arithmetic lesson at seventh grade students of Junior high school. Because it had already fulfilled the three criteria of validity, practically, effectively.