DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Outdoor Study untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPS di kelas IV SDN Cicadas Kota Sukabumi

IYUS

Abstrak


ABSTRAK

 

Iyus, 2016. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Outdoor Study untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPS di kelas IV SDN Cicadas Kota Sukabumi. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahjoedi, M.E., M.Pd., (II) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd

 

Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Outdoor Study, Kemampuan Berpikir Kritis, Pembelajaran IPS.

Kemampuan berpikir kritis perlu ditingkatkan agar siswa dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti berinisiatif untuk menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Outdoor Study pada pembelajaran IPS dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berbasis masalah dipadu dengan metode outdoor study dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV B SDN Cicadas.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas berkolaborasi dengan guru kelas. Dalam penelitian ini, peneliti berperan membuat rancangan penelitian, memantau, mencatat, mengumpulkan data, menganalisis data sampai pelaporan hasil penelitian. Guru dalam penelitian ini adalah guru kelas IV B SDN Cicadas. Peneliti dibantu oleh 2 orang Observer dalam mengobservasi pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 38 siswa. Cara pengumpulan data menggunakan observasi, catatan lapangan, tes, dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian sebagai berikut (1) penerapan pembelajaran berbasis masalah dipadu dengan metode outdoor study terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan tes dari 76,52 pada siklus 1 menjadi 82,37 pada siklus 2.; (2) respon siswa terhadap pembelajaran berbasis masalah dengan outdoor study menunjukkan sikap positif sehingga proses pembelajaran menarik dan menyenangkan serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

Faktor pendukung a) langkah-langkah sintaks pembelajarannya mudah dipahami siswa dan guru b) pembahasan materi permasalahan yang disampaikan kepada siswa berkaitan dengan kehidupan nyata sehari-hari sehingga memudahkan siswa dalam merumuskan solusi permasalahan; c) pembagian kelompok dengan kemampuan siswa yang beragam memungkinkan terjadinya aktivitas pembelajaran yang aktif dan interaksi antar siswa meningkat. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu a) siswa dalam pembelajaran kurang berani mengungkapkan pendapat secara lisan; b) waktu penyelidikan pengamatan ke luar kelas, memerlukan waktu yang cukup lama sehingga melebihi jam pembelajaran yang telah ditentukan; c) pada siklus tertentu tidak semua sintaks pembelajaran dapat terlaksana pada satu pertemuan.

Saran peneliti yaitu (1) dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, hendaknya guru dapat memilih model dan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan outdoor study dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif  yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran IPS untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa; (2) berdasarkan hasil penelitian, siswa sangat senang mengikuti pembelajaran berbasis masalah dengan outdoor study. Oleh karena itu pembelajaran hendaknya dilaksanakan secra bervariasi dan sekali-kali dilaksanakan di luar kelas dan memanfaatkan lingkungan sebagai media dan sumber belajar sehingga siswa terhindar dari rasa jenuh; (3) bagi peneliti berikutnya yang menerapkan pembelajaran berbasis masalah dengan outdoor study hendaknya peneliti tidak melaksanakan semua sintaks dalam setiap pertemuan karena waktu penyelidikan di luar kelas terkadang melebihi waktu yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, sintaks pembelajaran berbasis masalah dengan outdoor study  diterapkan bertahap dan berurutan secara berkesinambungan pada setiap pertemuan dalam tiap siklus.