DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan pembelajaran Kooperatif Think Pair share (TPS) dan numbered heads Together (NHT) untuk meningkatkan motivasi, aktivitas, dan hasil belajar IPS siswa (studi pada kelas VII C SMP Negeri I Simpang hilir kalimantan-Barat)

SULASTRI

Abstrak


ABSTRAK

 

Sulastri, 2016. Penerapan pembelajaran Kooperatif Think Pair share (TPS) dan numbered heads Together (NHT) untuk meningkatkan motivasi, aktivitas, dan hasil belajar IPS siswa (studi pada kelas VII C SMP Negeri I Simpang hilir kalimantan-Barat). Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing; Prof. Dr. Wahjoedi M.E., M.Pd,. (2) Dra. Siti Malikhah Towaf, MA., Ph.D

 

Kata Kunci: TPS, NHT, Motivasi, Aktivitas, Hasil Belajar

Berdasarkan hasil observasi awal dilapangan menunjukkan adanya beberapa permasalahan pembelajaran IPS di SMP Negeri I Simpang Hilir antara lain: proses pembelajaran yang masih cenderung terpusat pada guru, motivasi belajar siswa yang rendah ditandai siswa pada saat pembelajaran siwa tidak fokus berbicara dengan teman, tidak mengerjakan tugas tepat waktu, aktivitas belajar siswa yang rendah sedikit siswa yang aktif dalam pembelajaran baik bertanya, merespon jawaban baik dari guru maupun dari teman, hasil belajar siswa yang rendah dengan ketuntasan klasikal sebesar 43,33%.

  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran koopertif TPS dan NHT untuk meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII C SMP Negeri I Simpang Hilir. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Data yang dikumpulkan antara lain berasal dari: 1) hasil angket pelaksanaan pembelajaran oleh guru dan siswa, 2) hasil angket motivasi belajar siswa, 3) hasil angket  aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung, 2) tes hasil belajar, 3) hasil wawancara, 4) catatan lapangan, 5) dokumentasi.

Langkah-langkah pembelajaran Kooperatif Think Pair Share Dan Numbered Heads Together, tahapan pembelajaran Kooperatif Think Pair Share yaitu pada 1) Think, 2) Pair, 3) share  sedangkan tahapan pembelajaran Kooperatif Nunbered Heads Together yaitu 1) Numbering, 2) Questioning, 3) Heads Together, 4) Answering.

Dari penelitian ini diperoleh skor keterlaksanan pembelajaran oleh guru pada siklus I sebesar 76,85% dengan kriteria “baik”, keterlaksanan pembelajaran oleh guru pada siklus II sebesar 87,12% dengan kriteria “baik”, dan skor keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa pada siklus I sebesar 75,44% dengan kriteria “baik”, skor keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa pada siklus II sebesar 86,20 dengan kriteria “baik”, Skor motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 73,12% dengan kriteria “sedang” dan skor motivasi belajar siswa pada siklus II sebesar 81,26% dengan kriteria “sangat tinggi”. Aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 65,37% dengan kriteria “baik” dan aktivitas belajar siswa pada siklus II sebesar 72,87% dengan kriteria “baik”. Hasil belajar siswa pada siklus I ketuntasan klasikal sebesar 63,33% dan hasil belajar siswa pada siklus II ketuntasan klasikal siswa sebesar 86,67%

Saran yang dapat disampaikan berdasarkan hasil penelitian: 1) agar pembelajaran kooperatif Think Pair share dan Numbered head together dapat meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa anatara lain: a) pembentukkan kelompok kecil pada TPS dan kelompok besar pada NHT dibuat heterogen berdasarkan tingkat kemampuan anak sehingga pembelajaran antar siswa dapat terjadi dan bermakna. b) mengkaitkan materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari sehingga anak akan dapat aktif dalam pembelajaran. c) kelompok yang mengalami kesulitan diberikan bimbingan yang lebih intensif. d) memberikan reward secara nyata maupun dalam bentuk perkataan kepada siswa sehingga motivasi siswa dalam pembelajaran akan meningkat. e) Alokasi waktu pada tahapan pembelajaran diatur secara cermat agar pembelajaran berjalan secara efektif. 2) model pembelajaran kooperatif TPS dan NHT dapat menjadi salah satu variasi pelaksanaan pembelajaran oleh Guru. 3) untuk peneliti selanjutnya Bagi peneliti selanjuntnya yang akan meneliti dengan model pembelajaran kooperatif TPS dan NHT hendaknya memadukan dengan pendekatan atau model pembelajaran kooperatif lainnya atau dengan media sehingga proses pembelajaran yang dilakukan akan semakin meningkatkan keterlibata siswa dalam pembelajaran. Selain itu peneliti hendaknya tidak terbatas pada hasil belajar siswa secara kognitif tetapi mencakup aspek afektif dan psikomotorik siswa.