DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MEMANFAATKAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR KELAS 7.E SMPN 24 BANJARMASIN

TAUFIK AKBAR

Abstrak


ABSTRAK

 

Akbar, Taufik. 2016. Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Memanfaatkan  Lingkungan untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Kelas 7.E SMPN 24 Banjarmasin. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahjoedi, M. E., M. Pd. (II) Prof. Dr. Hariyono, M. Pd

 

Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Lingkungan, Berpikir Kritis,   Hasil Belajar

Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar di SMPN 24 Banjarmasin belum optimal. Salah satu yang menyebabkan belum optimalnya pembelajaran yaitu belum memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti dan guru IPS kelas 7 bersepakat untuk menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dengan memanfaatkan lingkungan karena pembelajaran ini dapat mengatasi masalah kemampuan berpikir kritis sekaligus dapat memberikan pengalaman belajar langsung terhadap siswa. penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk mendiskripsikan penerapan model PBM dengan memanfaatkan lingkungan sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar.

Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas. Peneliti sebagai partisipan penuh dengan dibantu oleh 2 guru IPS dan 1 dari mahasiswa pascasarjana sebagai observer. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 24 Banjarmasin dengan subyek penelitian siswa kelas 7.E semester genap tahun 2015/2016 yang berjumlah 32 siswa terdiri 13 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Cara pengumpulan data menggunakan observasi, tes, angket, dan wawancara.

Hasil dari penerapan model PBM dengan memanfaatkan lingkungan dimana 1). keterlaksanaan model PBM dengan memanfaatkan lingkungan pada pembelajaran IPS mendapatkan respon yang sangat baik dari guru maupun siswa. 2) penilaian terhadap sikap siswa yang dilaksanakan pada siklus I dan Siklus II pada pertemuan kedua dengan penilaian sikap siswa yang meliputi a) tanggung jawab, b) rasa ingin tahu, dan c) peduli. Penilaian tersebut termasuk dalam kategori sangat baik. 3). penilaian keterampilan siswa yang dilaksanakan pada siklus I dan Siklus II pada pertemuan ketiga dengan penilaian keterampilan siswa yang mencakup a) keterampilan presentasi, b) keterampilan berargumentasi, c) keterampilan menjawab, dan d) penguasaan materi. Pada siklus I dan siklus II terjadi kenaikan setiap kelompok. 4) penerapan model PBM dengan memanfaatkan lingkungan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. 5) penerapan model PBM dengan memanfaatkan lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 6) respon siswa terhadap model PBM yang diketahui dari hasil angket yang dibagikan  masuk dengan kategori sangat baik.

Saran yang diberikan yaitu 1) Kondisi lingkungan yang ada di kota Banjarmasin sangat memungkinkan untuk pengembangan model PBM. Dengan model ini siswa secara kontekstual dapat melihat langsung keadaan sebenarnya di lapangan. Harapannya yaitu siswa bisa mengembangkan kemampuan berpikir kritis sehingga dapat meningkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap kondisi geografis dan penduduk di kota Banjarmasin 2) model PBM dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar diharapkan juga bisa dikombinasikan dengan model-model pembelajaran yang lain misalnya model pembelajaran cooperatif  yang lebih menekankan kerjasama dalam kelompok dan adanya permainan dalam model tersebut. selain itu bisa ditambah dengan memberikan penghargaan kepada siswa untuk lebih memotivasi siswa dalam belajar. 3) Terkait dengan sumber belajar IPS. Guru IPS bisa juga bisa mengembangkan modul atau bahan ajar yang dapat membantu siswa dalam pembelajaran yang terkait dengan lingkungan sekitar. 4) MGMP dalam hal kaitannya dengan pengembangan model-model pembelajaran harus mengoptimalkan fungsi organisasi tersebut diantaranya menyelenggarakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru. 5) Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi untuk mengembangkan penelitian-penelitian sejenisnya dan selanjutnya bisa mengembangkan model-model pembelajaran lainnya yang lebih baik dan menarik baik dari guru maupun siswa.